KSP: Pemerintah Pastikan Lindungi Orang Utan dalam Pembangunan IKN
Kantor Staf Presiden (KSP) menekankan Pemerintah memastikan akan melindungi orang utan dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur.
Tag
Kantor Staf Presiden (KSP) menekankan Pemerintah memastikan akan melindungi orang utan dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur.
Warga? Desa Tanah Mas, Kecamatan Baamang melaporkan kemunculan orangutan sekitar desa itu. Berdasarkan pengamatan warga, orangutan berukuran besar.
Tim Wildlife Rescue Unit (WRU)?Seksi Konservasi Wilayah (SWK)?I Palangka Raya Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah (Kalteng) bersama dengan BOSF menindaklanjuti laporan kemunculan orangutan di Jalan Tjilik Riwut Km 17 Palangka Raya.
Siswa SMA Negeri 1 Kuala Kapuas telah mengikuti kampaye dan pendidikan konservasi orang utan. Kegiatan ini dihadiri Plt Kepala SMA Negeri 1 Kuala Kapuas, Maulinoor, guru dan pemateri dari?Orangutan Foundation International?(OFI), Dorprawati.
Petugas Balai Konservasi Sumber Daya (BKSDA) terus memantau keberadaan dua individu orangutan di Jalan Soekarno atau Lingkar Kota Utara Sampit. Namun sudah dua kali melakukan observasi petugas belum menemukan induk dan anak orangutan tersebut.
Muriansyah mengaku juga telah menemui pelapor, yakni Ahmad. Dari pengakuannya orangutan terpantau sudah tiga hari di lokal tersebut.?
Orangutan tersebut terpantau di pinggir jalan letaknya tak jauh dari gardu induk PLN. Orangutan tersebut juga merusak pohon nanas dan memakan umbutnya
Upaya Citra Borneo Indah (CBI) Group melalui PT. Sawit Sumbermas Sarana, Tbk (SSMS,Tbk) melakukan konservasi orangutan di Pulau Salat, Kabupaten Pulang Pisau, bersama NGO dan masyarakat sekitar diapresiasi positif oleh Kepala BKSDA Kalteng Nur Patria Kurniawan.
Sebagai komitmen PT. Sawit Sumbermas Sarana, Tbk (SSMS,Tbk) yang merupakan bagian dari Citra Borneo Indah (CBI) Group bersama Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) berkontribusi terhadap pelestarian dan konservasi lingkungan.
Kegiatan yang digelar di hotel, Rabu 19 Januari 2022 ini diikuti oleh berbagai perwakilan perusahaan perkebunan kelapa sawit dan Non Government Organization (NGO) di Kalteng?
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit meyakini konflik antara manusia dan satwa liar masih berlanjut di tahun 2022 ini. Terutama bagi keberadaan satwa seperti orangutan, beruang dan buaya.?
Program manager BOS Nyaru Menteng, Deni Kurniawan menambahkan, orangutan yang dilepasliarkan ini berasal penyerahan dari masyarakat Palangka Raya, Sampit dan Kapuas
Jojo, anak orangutan yang sempat dirawat oleh keluarga Yanson, warga Jalan Pelangkong, Kelurahan Kuala Kuayan, Kecamatan Mentaya Hulu, diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit. Sesaat setelah diserahkan anak Yanson, merasa sedih bahkan si bungsu tak henti menangis.?
Muriansyah tak berani memastikan penyebab orangutan tersebut terluka. Namun dia menduga besar kemungkinan terjatuh atau tertabrak kendaraan yang melintas di jalan
BORNEONEWS, Sampit - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit, telah melakukan observasi terhadap kemunculan orangutan di Desa Jemaras, Kecamatan Cempaga. Tepatnya di belakang Masjid…
Orangutan itu diduga berkeliaran karena kelaparan dan mencari makan di dekat permukiman warga. Warga diimbau waspada untuk mengindari terjadinya serangan.
Di lokasi petugas hanya menemukan puluhan batang kelapa sawit muda dirusak. Diduga kuat ini merupakan ulah dari orangutan. Di sekitar lokasi juga ditemukan sarang orangutan. Diduga orangutan tersebut menetap di lokasi
BORNEONEWS, Sampit - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit kembali mendapatkan laporan gangguan satwa liar. Dalam hari ini saja sudah dua laporan kemunculan buaya dan orangutan.…
Mendapatkan laporan itu BKSDA pun langsung melakukan observasi. Hasil observasi petugas, diperkirakan orangutan hanya melintas tidak menetap di sekitar lokasi itu.
Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit, Muriansyah mengatakan gangguan orangutan itu dilaporkan oleh Aldi Maher lewat media sosial. Namun ketika petugas akan melakukan observasi pelapor ternyata belum tahu lokasinya