DKPP Dorong Petani Seruyan Kembangkan Tanaman Padi Organik
Pemerintah Kabupaten Seruyan, melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Seruyan, mendorong para petani setempat agar??mengembangkan tanaman padi organik.
Tag
Pemerintah Kabupaten Seruyan, melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Seruyan, mendorong para petani setempat agar??mengembangkan tanaman padi organik.
Hal ini dilakukan?sebagai upaya pemerintah daerah dalam menghasilkan padi atau beras yang berkualitas dan lebih sehat untuk dikonsumsi, karena saat ini stok?beras untuk Kotim sudah surplus
Gabah organik yang dihasilkan Kelompok Tani Pancar Karya, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur dinyatakan lolos sertifikasi organik sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) oleh Lembaga Sertifikasi Organik Seloliman (LeSOS).
Pengembangan padi organik di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus dilakukan. Hal itu dilakukan untuk menghasilkan produksi pangan yang lebih sehat untuk dikonsumsi masyarakat.
Dengan mengembangkan padi organik akan memberikan dampak baik pada kesehatan pengonsumsi beras hasil gabah tersebut
Pertanian padi organik merupakan tanaman padi tanpa menggunakan pestisida dan juga pupuk olahan lain yang mengandung zat kimia. Namun semuanya menggunakan pupuk organik hasil dari olahan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seruyan Sugian Noor menyebutkan, yakni Kecamatan Seruyan Hilir, Seruyan Hilir Timur, Danau Sembuluh, Danau Seluluk, dan Batu Ampar.
Sosialisasi itu juga sekaligus untuk penyusunan sistem yang akan diterapkan pada tahun 2019 mendatang.
Pemerintah Kabupaten Barito Timur melalui Dinas Pertanian melakukan penanaman perdana padi organik di Desa Natampin, Kecamatan Dusun Tengah.
Pemprov Kalteng menargetkan 300 ribu hektera padi organik
Masih dibina Sebagian lahan percontohan di Kalimantan tengah (Kalteng) yang ditanami padi dengan sistem organik sudah menampakkan hasil, bahkan produktifitasnya memuaskan. Namun sebagian belum disebut sebagai padi organik murni. Kenapa?
Di sisi lain pesismistis sebagian kalangan terhadap pembangunan lahan untuk padi organik di Kalimantan Tengah (Kalteng) yang targetnya mencapai 300 ribu hektare, namun perlahan sudah ada perkembangan yang cukup bagus.
Luas lahan untuk penanaman padi organik yakni sekitar 250 hektare. Diharapkan, pembukaan lahan ada peran masyarakat secara swadaya.
BORNEONEWS, Palangka Raya – Rencana investasi negara Qatar ke Indonesia khususnya untuk food estate diyakini serius. Oleh karena itu, Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran meminta…
BORNEONEWS, Kuala Kurun- Pada tahun depan Kabupaten Gunung Mas bakal memulai program budidaya padi organik. Program itu dijalankan berbekal bantuan dari pemerintah pusat. Padi organik sebenarnya sama…
BORNEONEWS, Kuala Kurun- Mulai 2018, Kabupaten Gunung Mas akan membudidayakan padi organik. Lokasinya di lahan cetak sawah yang telah digarap pada tahun ini. "Untuk 2018 dialokasikan oleh pemerintah…
BORNEONEWS, Pulang Pisau - Pertanian berkelanjutan Indonesia berada diatas Amerika dan India. Hal tersebut dikatakan Menteri Pertanian Amran Sulaiman kepada wartawan saat berada di Sentra Pertanian…
BORNEONEWS, Palangka Raya – Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman menggelontorkan dana Rp200 miliar untuk Kalimantan Tengah (Kalteng). Dana itu khusus untuk menyukseskan pertanian padi…
BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyiapkan lahan seluas 300 ribu hektare di tiga daerah untuk pertanian padi organik. Gubernur Kalteng Sugianto Sabran mengatakan,…
BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur bersama petani di Desa Samuda Kecil Kecamatan Mentaya Hilir Selatan melakukan panen raya padi organik. “Luasan tanam yang dipanen di Desa…