KM Kirana III Terakhir Berlayar ke Pelabuhan Sampit Pada 2 Mei
Adanya kasus itu membuat sejumlah masyarakat Kotim khawatir, karena sebelumnya KM Kirana III beroperasi ke Pelabuhan Sampit
Tag
Adanya kasus itu membuat sejumlah masyarakat Kotim khawatir, karena sebelumnya KM Kirana III beroperasi ke Pelabuhan Sampit
Sejak 2 pekan terakhir, dan diberlakukannya larangan mudik. Hanya ada 59 orang penumpang yang berangkat melalui Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).?
Saat ini?kapal yang masih beroperasi di Pelabuhan Sampit hanya dari PT Dharma Lautan Utama (DLU)?yakni Kirana I
BORNEONEWS, Sampit - Kapal penumpang kembali beroperasi di Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Namun hanya untuk masyarakat yang berkepentingan mendesak, bukan untuk mudik. "Sudah…
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sampit, mulai memberlakukan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 25 Tahun 2020, terkait larangan kapal mengangkut penumpang.
KM Kirana I tiba di Kotim pada 6 April 2020 membawa 79 penumpang dari Surabaya. Pada 8 April 2020 KM Kelimutu dari Surabaya membawa 93 orang
Bandara dan pelabuhan tidak ditutup, karena merupakan kewenangan Kementrian Perhubungan, sehingga?pemerintah daerah tidak bisa mengambil sikap terkait dengan penutupan pintu masuk melalui jalur udara dan laut
Sejumlah antisipasi penyebaran Covid-19 terhadap para penumpang juga telah dilakukan
Pembangunannya akan dilakukan oleh Pelindo III
Penumpang yang berangkat di Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim* pada arus mudik Natal dan tahun baru 2020 hanya 2.160 orang saja/
Libur Natal dan tahun baru tidak sama dengan libur lebaran. Karena lonjakan penumpang tidak mengalami peningkatan signifikan dibandingkan hari biasa
Hal itu disepakati setalah Pelindo bersama Bupati Kotim Supian Hadi melakukan pertemuan dengan pihak kantor pusat Pelindo III di Surabaya
Insan Perhubungan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar salat Istisqa di Pelabuhan Sampit. Hal ini sebagai ikhtiar kepada Allah agar diturunkan hujan.
Pelabuhan Pelangsian, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, belum bisa dioperasikan karena masih dalam tahap pembicaraan antara pemerintah daerah dengan PT Pelindo III.
Ada tiga kapal yang melayani arus mudik, dan semuanya sudah terisi penuh.
Pelabuhan di Indonesia ini yang terpadat yakni di Makassar dan Balikpapan.
Ke 12 orang tersebut merupakan pekerja di Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah (Kalteng). Mereka ingin mudik ke Surabaya yang direncanakan pada Senin (11/6/2018) kemarin.
Kondisi ini memudahkan para penyelundup narkoba ataupun pelaku bom untuk masuk ke wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Arus mudik di Pelabuhan Sampit sudah berjalan baik sesuai dengan aturan keselamatan penumpang dan juga standar terhadap pelayanan penumpang. Namun yang harus diantisipasi adalah adanya penumpang yang tidak mendapatkan tiket ataupun permasalahan lainnya.
BORNEONEWS, Sampit - Kapolres Kotawaringin Timur (Kotim) AKBP Muchtar Supiandi Siregar memeriksa Pelabuhan Sampit dan salah satu kapal yang akan membawa pemudik ke Pulau Jawa. Hal itu dilakukan…