Arus Mudik di Pelabuhan Sampit Alami Penurunan 34 Persen Dibanding Sebelum Pandemi Covid-19
Kemungkinan besar kapal akan dipenuhi penumpang sesuai kapasitas. Sehingga, jumlah pemudik yang berangkat bisa lebih dari 8.000 orang nantinya
Tag
Kemungkinan besar kapal akan dipenuhi penumpang sesuai kapasitas. Sehingga, jumlah pemudik yang berangkat bisa lebih dari 8.000 orang nantinya
Puncak arus mudik Hari Raya Idulfitri 1443 Hijriah tahun 2022 di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), berlangsung hari ini untuk angkutan laut.
Direktorat Jendral Perhubungan Laut Kementrian Perhubungan, mengirim sebuah kapal berkapasitas 238 penumpang untuk membantu arus mudik di Pelabuhan Sampit.
Memasuki H-12 Hari Raya Idulfitri 1443 Hijriah tahun 2022, sebanyak 1.368 orang pemudik berangkat dari Pelabuhan Sampit menuju Surabaya dan Semarang.?
Khawatir ketinggalan kapal, calon pemudik di Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), rela tidur di depan terminal keberangkatan.
Keberangkatan penumpang dari Pelabuhan Sampit menuju Pulau Jawa, baik ke Surabaya maupun Semarang di bulan Ramadan 1443 Hijriah ini belum mengalami peningkatan yang signifikan.?
Puncak arus mudik lebaran di Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), diperkirakan baru akan terjadi pada H-10 Hari Raya Idulfitri 1443 Hijriah.
Pemerintah pusat mengeluarkan aturan terkait syarat keberangkatan pemudik lebaran, yakni bebas tes swab antigen atau PCR jika sudah vaksin booster.?
Sejak 2 pekan sebelum bulan Ramadan hingga memasuki 5 hari bulan puasa, jumlah penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Sampit baru 2.500 orang.?
Pengetatan aturan masuk dan keluar Provinsi Kalimantan Tengah dirasakan berimbas terhadap jumlah penumpang yang menggunakan jasa transportasi laut di Pelabuhan Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur karena menurun drastis.
Polisi?juga melakukan pemeriksaan protokol kesehatan penumpang, terutama dalam penggunaan masker dan hal lainnya
Jumlah penumpang?yang berangkat dari Pelabuhan Sampit ke Pulau Jawa tidak menunjukkan lonjakan. Ini untuk penumpang yang?menggunakan jasa dari kapal PT Dharma Lautan Utama (DLU).
Sepinya penumpang juga dampak dari larangan mudik oleh pemerintah pusat. Begitu juga dengan para karyawan yang juga diimbau oleh perusahaannya agar tidak pulang kampung
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali memberikan keringanan terhadap angkutan logistik bisa melintasi jalan dalam kota. Keringanan itu membuat pihak?PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Sampit juga kembali membuka?pelayanan keberangkatan kapal ke Pelabuhan Sampit. Rencananya, pelayanan tersebut dimulai pada besok.
Mudik lebih awal guna menghindari larangan mudik dari pemerintah. Apalagi dia sudah dua tahun tidak ketemu keluarga di kampung halaman
Kondisi ini terlihat dari dua keberangkatan KM Kirana I dan Kirana III tujuan Surabaya dan Semarang pada hari ini. Yang totalnya hanya kurang lebih 500 penumpang saja
Kebijakan ini dilakukan karena adanya larangan Pemkab Kotim terkait truk angkutan besar tidak boleh melintas dalam kota
PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Sampit, yang melayani angkutan penumpang dan barang di Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), telah menyiapkan 12 call keberangkatan pada bulan April 2021 ini.?
Manager PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Sampit, Hendrik Sugiharto?mengungkapkan, saat ini?belum ada lonjakan penumpang berangkat menggunakan jasa mereka dengan tujuan Surabaya dan Semarang.
Tiba di Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), penumpang, kru?kapal, dan sopir angkutan yang mengikuti KM Kirana I lamgsung mengikuti?rapid test oleh tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.