Gazali Rahman Diduga Dibunuh Kakak Ipar!
BORNEONEWS, Sampit - Warga Desa Tangar, Mentaya Hulu, Kotawaringin Timur (Kotim) digegerkan adanya peristiwa pembunuhan terhadap Gazali Rahman (23) yang diduga dilakukan oleh Sar(38), tak lain adalah…
Tag
BORNEONEWS, Sampit - Warga Desa Tangar, Mentaya Hulu, Kotawaringin Timur (Kotim) digegerkan adanya peristiwa pembunuhan terhadap Gazali Rahman (23) yang diduga dilakukan oleh Sar(38), tak lain adalah…
Dar, residivis kasus pembunuhan yang menghabisi korban Robik Hartono, alias Opik, divonis selama 8 tahun penjara.
Polisi sudah mengantongi identitas terduga pelaku. Adapun saat ini masih dilakukan pengejaran.
Sejauh ini, polisi masih minim bukti dan juga saksi. Sementara, Atjin (suami Nur Fitri), sempat pergi bersama-sama ke tempat hiburan malam sebelum korban ditemukan tewas di pinggir Jalan Pramuka, Kecamatan MB Ketapang, Sampit.
SB alias Git akhirnya dituntut pidana penjara selama 6 tahun oleh JPU Kejari Kotawaringin Timur, Lady Lanni Terore. Ia merupakan terdakwa pembunuhan terhadap kekasih gelap istrinya.
Dar merupakan residivis kambuhan. Sebelum ini, dia baru menghirup udara bebas lantaran terlibat kasus asusila.
Seorang kepala sekolah dikabarkan diamankan polisi karena terkait kasus Marko, pemuda 26 tahun warga Desa Jabiren RT 04, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, yang ditemukan tewas dengan usus terburai beberapa hari lalu.
MD alias Di (37) mengaku sebelum membunuh Darmansyah, tak lain adalah kakak iparnya, terlebih dahulu tombak yang ia gunakan dimantra, agar bisa menembusi korban yang ia sebut punya ilmu kebal itu.
Polisi sudah mengantongi identitas pelaku dalam kasus dugaan pembunuhan dan perampokan yang menewaskan bos perkebunan sawit dan asistennya yang terjadi di Kotawaringin Timur (Kotim).
Dua jasad yang diduga korban perampokan yang ditemukan di Jalan Eks HPT PT Mentaya Kalang, Desa Bukit Batu, Kecamatan Cempaga Hulu pada Minggu (4/2/2018) lalu ternyata membawa uang belasan juta rupiah.
Asisten perkebunan kelapa sawit, STI (35) yang merupakan warga asal Jember, Jawa Timur tersebut tidak jadi dipulangkan karena kondisi jasadnya yang sudah tidak memungkinkan.
Polisi tidak bisa serta merta menangkap terduga pelaku. Sebab, selain barang bukti yang kurang, saksi di lapangan juga minim.
Sagita Barna alias Gita melihat istrinya Sri Wahyuni bersama pria lain Pajrianur alias Fajri tanpa disengaja. Saat itu ia dari rumahnya sudah berada di tempat kerjanya, menjual daging di pasar Subuh, Sampit.
Terdakwa sempat berbicara dengan korban. Bahkan, korban disebutkan sempat ingin menusuk terdakwa terlebih dahulu.
Dengan wajah tertunduk, saksi mengakui memiliki hubungan spesial dengan korban pembunuhan yang tewas di tangan suaminya.
Nur Fitri ditemukan tewas pada Oktober 2017 lalu. Hingga kini, kasusnya masih diselidiki.
BORNEONEWS, Sampit - Kasus pembunuhan Nur Fitri dan penemuan dua truk zenith di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, masih menjadi perbincangan. Itu bisa terlihat dari banyaknya komentar masyarakat…
Lantaran sering diperlakukan kasar dan sering meminta hubungan badan tanpa mengenal waktu dan tempat, EW rencanakan pembunuhan terhadap Sumber alias Abu (54). EW merasa tidak kuat dengan perlakuan Abu yang juga sering meminta uang, padahal mereka bukan suami isrtri.
BORNEONEWS, Kuala Kurun- Penyidik Polres Gunung Mas (Gumas) terus mendalami motif pembunuhan Sumber alis Abu, 54, yang jasadnya ditemukan di sekitar Jalan Jambu, Kelurahan Tampang Tunbang Anjir,…
Dugaan pembunuhan atas temuan mayat bernama Sumber alias Abu di pinggir Jalan Jambu, Kelurahan Tampang Tumbang Anjir, Kecamatan Kurun, Kabupaten Gunung Mas pada Jumat (22/12/2017) lalu akhirnya terbukti.