Sekda Barito Utara Pimpin Rapat Evaluasi PAD Semester II
Rapat ini untuk mengetahui permasalahan yang dialami untuk merealisasikan target PAD
Tag
Rapat ini untuk mengetahui permasalahan yang dialami untuk merealisasikan target PAD
Kepala Badan Pendapatan Daerah Kalteng Kaspinor, berharap pengusaha di provinsi berjuluk Bumi Tambun Bungai ini lebih mandiri dan memahami pentingnya membayar pajak.
Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Kaspinor, ingin terus menggali potensi pajak BBM agar lebih maksimal.
Pajak Bahan Bakar Minyak (BMM) menjadi faktor penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).
Kepala Badan Pendapatan Daerah Kalteng Kaspinor mengatakan, saat ini pendapat asli daerah sudah mencapai 94%
Pada tahun anggaran 2018 ini, realisasi PAD sampai triwulan III belum mencapai hasil yang maksimal.
Target PAD Gunung Mas bertambah 12,12 persen jika dibanding dengan target tahun ini
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin memberikan jawaban atas pertanyaan Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan soal turunnya target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam Rancangan APBD tahun 2019 mendatang.
Jika mengandalkan dana dari pemerintah pusat maka sangat terbatas, sehingga daerah harus giat untuk menggali potensi PAD
Bidang Perhubungan Sungai dan Penyeberangan (PSP) pada Dinas Perhubungan Kabupaten Barito Utara optimistis perolehan Pendapat Asli Daerah (PAD) bisa mencapai kisaran Rp3,5 miliar pada 2018. Hingga akhir September 2018, realisasi PAD sudah mencapai Rp3 miliar.
Desa di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diminta bisa berperan aktif meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Pendapatan tidak hanya digali oleh kecamatan dan sejumlah Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) namun juga menyeluruh hingga di tingkat desa.
Anggota DPRD Gunung Mas (Gumas) Herbert Y Asin mengingatkan, pendapatan asli daerah (PAD) 2018 kabupaten ini harus mampu terealisasi, terlebih pada APBD Perubahan 2018, ditarget cukup signifikan.
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kapuas Darwandie mendorong Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) Pemkab Kapuas khususnya yang berkaitan dengan penerimaan daerah terus berinovasi sehingga bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Bupati Sukamara, H Windu Subagio mengatakan bahwa pemerintah akan berupaya untuk meingkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sukamara tahun 2019, salah satunya dengan melakukan pemungutan terhadap pajak rumah walet.
Menagih pajak yang tertunggak bisa meningkatkan PAD 16 persen
Dalam mengejar target PAD, perangkat daerah harus jeli melihat potensi PAD dan tetap berpedoman pada aturan dan ketentuan yang berlaku.
Pendapatan asli daerah semula ditargetkan Rp38,61 miliar setelah perubahan menjadi Rp43,76 miliar, bertambah Rp5,14 miliar.
Wakil Bupati Sukamara H Ahmadi mengatakan, pihaknya terus berusaha meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), agar mencapai kemandirian daerah dan tidak selalu betergantungan dengan pemerintah pusat.
Tahun ini PAD Seruyan ditarget Rp104,1 miliar, namun hingga Oktober 2018 ini baru terrealisasi 61 persen
Target itu terdiri dari berbagai aspek, tidak hanya dari PAD. Namun juga target pemungutan pajak dan retribusi daerah, dan lainnya. Hal itu akan dievaluasi setiap triwulan, semester dan juga tahun.