Kinerja Dharma Satya Bakal Terangkat Akuisisi 2 Perusahaan Sawit
Emiten perkebunan PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) berharap dapat mendongkrak kinerja perseroan menyusul aksi korporasi melalui akuisisi dua perusahaan sawit di Kalimantan Timur.
Tag
Emiten perkebunan PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) berharap dapat mendongkrak kinerja perseroan menyusul aksi korporasi melalui akuisisi dua perusahaan sawit di Kalimantan Timur.
Emiten perkebunan PT Mahkota Group Tbk. (MGRO) mengalokasikan belanja modal (capex) senilai Rp200 miliar pada tahun ini untuk menggalakkan bisnis produk turunan sawit.
PT Mahkota Group Tbk. (MGRO) memproyeksikan penjualan pada tahun ini mencapai Rp5 triliun, atau meningkat lebih dari dua kali lipat dari target tahun lalu.
Rencana India yang menurunkan bea masuk impor minyak sawit alias Crude Palm Oil (CPO) di awal tahun ini, tidak berdampak terhadap kinerja PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) karena perseroan belum melirik pasar ekspor.
PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT) mengalokasikan belanja modal sebesar US$60 juta untuk penyelesaian pembangunan pabrik dan pemeliharaan tanaman.
Perwakilan karyawan tidak langsung menerima tawaran manajemen PT BAK, karena kecewa dan bosan dengan janji-janji yang. Apalagi hak karyawan yang seharusnya dibayar berkisar Rp 10 - 12 juta per orang.
Memasuki 2019, perusahaan perkebunan PT Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) terus berbenah demi memacu pertumbuhan bisnis perseroan yang mengedepankan praktik berkelanjutan.
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) telah mengelola enam pabrik kelapa sawit (PKS) dan satu pabrik inti sawit di Kalimantan Tengah, dengan kapasitas produksi hingga 2,25 juta ton minyak sawit mentah (CPO) per tahun.
Akuisisi PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) terhadap dua perusahaan kelapa sawit di Kalimantan Timur berjalan mulus dan emiten perkebunan ini mengantongi restu dari pemegang saham untuk merealisasikan ekspansi bisnis.
PT Sawit Mandiri Lestari (SML) selain memberi peluang pekerjaan, juga memberdayakan masyarakat desa sekitar yang berdekatan dengan perusahaan.
Seorang warga Desa Karang Taba, Kabupaten Lamandau mengaku sangat bergantung terhadap keberadaan perusahaan di sekitar desa.
Dehen, warga asal Desa Kinipan mengaku sebelum bekerja di PT Sawit Mandiri Lestari hanya mendapat upah Rp70 ribu per hari.
PT Sawit Mandiri Lestrari (SML) yang berlokasi di Kabupaten Lamandau menerapkan pola kerja tujuh jam sehari. Namun jika lebih dari tujuh jam, pihak perusahaan akan memberikan upah berbeda kepada karyawan.
Seorang warga asal Desa Kinipan, Elia Ben,i bersyukur diterima sebagai karyawan tetap oleh PT Sawit Mandiri Lestari (SML), setelah sempat dua tahun menganggur.
Seorang warga asal Desa Kinipan, Elia Beni, berharap jika desa tempat asal tinggalnya bisa bermitra dengan baik dengan PT Sawit Mandiri Lestari (SML).
Keberadaan perusahaan sawit di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) banyak menuai berbagai pendapat.
Warga Desa Kinipan, Kabupaten Lamandau, yang bersebelahan dengan kantor PT Sawit Mandiri Lestari (SML) mengakui sebenarnya menerima keberadaan perusahaan sawit.Hal imi disampaikan oleh Kaur Kesejahteraan Masyarakat (Kes
PT Sawit Mandiri Lestari (SML) yang beroperasi di Kabupaten Lamandau tidak hanya mempekerjakan karyawan yang berumur masih muda. Namun ternyata juga ada diantaranya karyawan yang sudah berumur tua.
Kehadiran perusahaan PT Sawit Mandiri Lestari (SML) tampaknya memberi aura positif bagi masyarakat desa sekitar, termasuk warga di Desa Kinipan, Kecamatan Batang Kawa, Kabupaten Lamandau.
Warga Desa Kinipan Kabupaten Lamandau mengucapkan terimakasih karena mendapat bantuan beras dari PT Sawit Mandiri Lestari (SML).