Bupati Kotim Minta Bawaslu Bersikap Netral Saat Pilkada
Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) meminta kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) daerah ini agar nantinya bersikap netral pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).?
Tag
Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) meminta kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) daerah ini agar nantinya bersikap netral pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).?
Pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotawaringin Timur (Kotim)?membatasi jumlah pendukung pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati, saat pendaftaran di KPU. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi penumpukan masa di tengah pandemi Covid-19.?
partai Golkar hanya mengenal dan wajib memenangkan pasangan calon yang diusung partai Golkar.
Sekretaris Komisi I DPRD Kotawaringin Timur, Hendra Sia menyarankan?kepada masyarakat untuk segera melapor kepada pihak-pihak terkait jika belum terdaftar sebagai pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 9 Desember 2020 mendatang.
Ketua Komisi I DPRD Kotawaringin Timur, Agus Seruyantara mengingatkan agar semua pendukung bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Kotim untuk? tetap menjaga kerukunan dan jangan sampai terpecah belah.
Sebanyak 4 bakal calon bupati dan wakil bupati saat ini mengantongi tiket untuk maju di pemilihan kepala daerah Kabupaten Kotawaringin Timur.
Pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Timur H Halikinnor - Irawati terus mendapat dukungan maju di pemilihan kepala daerah Kabupaten Kotim.
Proses pendaftaran bakal calon Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) di Komisi Pemilihan Umum (KPU), harus mengutamakan protokol kesehatan Covid-19.
Ke?3 tokoh itu sebelumnya sempat menyatakan diri maju di Pilkada Kotim dan bahkan sempat mendaftarkan diri ke sejumlah partai politik
Ketua DPW PKB Kalimantan Tengah, Habib Ismail Bin Yahya? menegaskan partainya mengusung pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Timur Hj Suprianti-M Arsyad.
Sejumlah bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Timur, terus berburu rekomendasi partai politik untuk bisa maju di Pilkada Kotim apalagi pendaftaran tinggal menghitung hari.
Zam'an, salah satu kader partai Golkar yang juga sebelumnya menjadi bakal calon bupati dan bahkan sempat mendaftarkan diri ke DPD Golkar Kotim dan sejumlah partai lainnya menyatakan komitmennya mendukung pasangan yang direkomendasikan oleh DPP Partai Golkar.
Pasangan bakal calon Bupati?dan Wakil Bupati Kotawaringin Timur,?Taufiq Mukri dan Supriadi resmi mendapat rekomendasi pengesahan pasangan calon dari DPP Partai Golkar.
Ketua DPC Partai Hanura, Hari Rahmad Panca Setia, menegaskan kalau partai mereka akan berkoalisi dengan partai lain untuk mengusung calon sendiri maju di Pilkada Kotim.
Anggota Komisi I DPRD Kotawaringin Timur, Khozaini meminta Sekda Kotim Halikinnor segera mengundurkan diri. Hal itu disampaikan supaya tidak menggangu pelaksanaan tugasnya sebagai sekda.
Sebagai kader Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP),?Supian Hadi?siap memenangkan bakal calon bupati Kotawaringin Timur (Kotim) yang diusung partainya di atas 70%. Sejauh ini PDIP mencalonkan pasangan Halikinnor-Irawati.
Hingga saat ini?belum diketahui siapa yang akan menjadi PJ Sekretaris Daerah (Sekda) Kotim?menggantikan Halikinnor yang mendapat rekomendasi untuk maju sebagai bakal calon bupati pada Pilkada Kotim 9 Desember 2020.?
Supian Hadi yang saat ini masih menjabat sebagai Bupati Kotim?punya sikap politik dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah atau Pilkada Kotim 2020.
Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur, H. Rudianur mengakui peran pendidikan politik dari seluruh partai politik untul? mengedepankan pilkada damai dan sehat sangat penting.??
Sejumlah nama yang mendapat rekomendasi dari partai politik, jika berjalan mulus maka dianggap Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kotawaringin Timur tahun ini akan menyajikan pertarungan antar keluarga.