Vaksin Masih Jadi Sentimen Positif, Rupiah Berpeluang Menguat
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa berpeluang menguat seiring perkembangan vaksin COVID-19 yang masih menjadi sentimen positif di pasar.
Tag
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa berpeluang menguat seiring perkembangan vaksin COVID-19 yang masih menjadi sentimen positif di pasar.
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa berpeluang menguat seiring pasar yang merespon positif kemajuan pengembangan vaksin COVID-19 dari Moderna Inc.
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin diprediksi masih lanjut menguat seiring kemenangan Joe Biden dalam pemilihan presiden Amerika Serikat.
Rupiah Jumat sore, 23 Oktober 2020 ditutup sama seperti hari sebelumnya di posisi Rp 14.660 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis, diprediksi masih akan dibayangi sentimen perkembangan paket stimulus di Amerika Serikat.
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat, 9 Oktober 2020 pagi bergerak menguat seiring pembahasan terkait stimulus fiskal lanjutan oleh pemerintah Amerika Serikat.
Pada pukul 09.42 WIB, rupiah menguat 102 poin atau 0,69 persen menjadi Rp14.698 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.800 per dolar AS.
Faktor eskternal lain ialah adanya rencana Komisi Eropa untuk memulai tindakan hukum terhadap Inggris karena melanggar ketentuan Perjanjian Penarikan yang mengatur transisi pasca-Brexit.
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi, bergerak melemah 10 poin atau 0,07 persen menjadi Rp14.825 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.815 per dolar AS.
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi tertekan pasca testimoni Gubernur The Federal Reserve Jerome Powell.
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan berpotensi menguat seiring kekhawatiran pasar terhadap pemulihan ekonomi di Amerika Serikat.
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan ditutup melemah, masih terseret sentimen akan diberlakukannya kembali kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta.
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa diprediksi tertekan seiring memanasnya hubungan Amerika Serikat dan China.
Nilai tukar (kurs)?rupiah?yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat sore, 28 Agustus 2020, ditutup menguat seiring positifnya mayoritas mata uang kawasan Asia.
Gubernur?Bank Indonesia?Perry Wardjiyo menyebutkan nilai tukar?rupiah?terhadap dolar AS masih terlalu rendah dari level fundamentalnya (undervalue). Karena itu, kata dia, potensi penguatan mata uang RI masih terbuka.?
Ketua Komisi Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat Dito Ganinduto memastikan sejauh ini belum ada draf Rancangan Undang-Undang atau RUU Perubahan Harga Rupiah (RUU?Redenominasi) yang masuk ke komisi. Selain itu, belum ada pembicaraan sama sekali dengan pemerintah ihwal RUU ini.
Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar di pasar spot pada Selasa, 9 Juni 2020, diprediksi perkasa di level Rp 13.600 dengan rentang resisten Rp 13.900.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah saat ini sedang tangguh-tangguhnya. Pekan ini, di tengah persiapan menuju masa?New?Normal,?IHSG sempat menyentuh di atas level 5.000. Sementara rupiah juga telah melejit di level?Rp 13 ribu per dolar AS.
Nilai tukar rupiah diperkirakan melanjutkan reli ke level Rp 13.600 per dolar Amerika Serikat pada pekan kedua di Juni 2020 atau pekan depan.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo membantah kabar dana haji sebesar US$ 600 juta atau sekitar Rp 8,4 triliun (kurs Rp 13.924 per dolar AS) yang dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) akan digunakan untuk memperkuat nilai tukar rupiah.