Imbang Melawan PSBS Biak, Kalteng Putra Bertahan di Posisi 3 Klasemen
Hasil imbang mengakhiri laga antara Kalteng Putra kontra PSBS Biak di Stadion Cendrawasih, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Sabtu (15/9/2018).
Tag
Hasil imbang mengakhiri laga antara Kalteng Putra kontra PSBS Biak di Stadion Cendrawasih, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Sabtu (15/9/2018).
Pada laga final turnamen PSSI Cup III Kabupaten Gunung Mas 2018 di Lapangan Isen Mulang, Kota Kuala Kurun, Sabtu (15/9/2018) sore, mempertemukan tim Kharisma VS Wallet FC.
Tim Miwan Putra merebut juara III PSSI Cup III setelah membantai Pemdes PB dengan skor telak 6-1.
Turnamen PSSI Cup III Kabupaten Gunung Mas (Gumas) 2018 telah memasuki babak final. Dua tim terbaik, Kharisma dan Wallet FC akan berlaga di final turnamen PSSI Cup 2018 pada Sabtu (15/9/2018) pukul 14.30 WIB.
Pertandingan semi final PSSI Cup III 2018 dilaksanan di lapangan sepak bola Isen Mulang Kuala Kurun, Selasa (11/9/2018) sore.
Adapun empat tim itu yakni Kharisma, Pemdes PB, Miwan Putra dan Wallet FC. Empat tim ini akan beradu memerebutkan jatah final.
Sejak peluit pertama dibunyikan, pertandingan yang dipimpin Wasit Benny Surachman berlangsung cukup menarik. Kedua tim sama-sama menyerang untuk mencari gol. Pada pertengahan babak pertama, tim Miwan Putra berhasil mencetak gol melalui tendangan penalti.
Tim Pemdes PB susul Kharisma ke babak semifinal PSSI Cup III Gunung Mas.
Turnamen sepak bola bertajuk PSSI Cup III Kabupaten Gunung Mas, Kamis (6/9/2018) sore, memasuki babak perempat final.
Tim Kharisma VS Spartak dilaksanakan, Kamis (6/9/2018) mulai pukul 14.30 WIB. Kemudian Tim PABA VS Pemdes PB dilaksanakan, Jumat (7/9/2018) mulai pukul 14.30 WIB.
Semua tim itu terdiri dari Kharisma, Pemdes PB, RSUD Kuala Kurun, Wallet, Miwan Putra, Pilang Putra, PABA dan Spartak.
Turnamen PSSI Cup III Kabupaten Gunung Mas sedang berlangsung di Lapangan Isen Mulang, Kota Kuala Kurun.
Pemkab Kotim akan mengembangkan pemain usia dini pemain bola agar bisa muncul atlet terbaik
Ratusan masyarakat antusias menonton setiap pertandingan yang dilaksanakan.
Suport ini dibutuhkan agar dunia olahraga di Kotim lebih maju dari sekarang
Harapan ini disampaikan legenda pemain sepak bola Indonesia, Firman Utina saat bertandang ke Sampit
Timnas U23 kalah saat melawan Uni Emirat Arat saat Asean Games
Guna memajukan persepakbolaan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mantan pemain tim nasional Firman Utina menilai, daerah ini harus memiliki tim profesional yang berlaga di Liga I, II, ataupun III Indonesia/
Hal itu dilakukan agar pengembangan persepakbolaan di Kotim bisa lebih maju.
Mereka ikut bermain dalam pertandingan persahabatan antara Sampit Football Legend (SFL) Merah Vs Sampit Football Legend Putih. SFL Merah sendiri diperkuat langsung oleh Firman dan juga Kashartadi, serta Bupati Kotim Supian Hadi.