Jokowi Sampaikan Duka Cita atas Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ 182
Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air PK CLC register SJ 182 di area Kepulauan Seribu.
Tag
Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air PK CLC register SJ 182 di area Kepulauan Seribu.
Tim Search and Rescue (SAR) menemukan dugaan serpihan bagian pesawat Sriwijaya Air dengan nomor register PK-CLC SJ 182 dengan dimensi 1-2 meter berikut potongan tubuh manusia pada Minggu pagi pukul 10.00 WIB sekitar 1,6 mil dari Pulau Lancang.
Tim SAR pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ182 mengirimkan dua kantong mayat diduga berisi properti pesawat dan potongan tubuh penumpang ke Rumah Sakit Polri Kramatjati.
Keluarga pilot Sriwijaya Air SJ-182 yang hilang kontak dan diduga jatuh di Kepulauan Seribu DKJ?Jakarta, mengatakan Kapten Afwan pada Sabtu (9/1) berangkat tergesa-gesa dan mengenakan baju yang tidak diseterika.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengawasi secara ketat proses realisasi kompensasi bagi keluarga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182, agar segera direalisasikan dan tidak berbelit-belit prosesnya.
Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi memantau perkembangan pencarian penumpang dan badan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang hilang kontak di perairan Kepulauan Seribu, DKI?Jakarta.
Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji meninjau Posko Ante Mortem yang melakukan identifikasi dari keluarga korban Pesawat Udara Sriwijaya Air SJ 182 di Gedung Serba Guna Bandara Internasional Supadio Pontianak di Kubu Raya.
Tim penyelam dari Satuan Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI Angkatan Laut menemukan bagian tubuh diduga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air PK-CLC register SJ 182 di Kepulauan Seribu.
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi bersama Panglima TNI dan Kabasarnas, Ketua KNKT, Panglima TNI, Dirut Jasa Raharja dan Dirjen Perhubungan Udara, meninjau lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 menggunakan Kapal KRI John Lie milik TNI pada Minggu (10/1).
Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI Angkatan Laut membagi empat tim untuk membantu pencarian korban dan puing pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu.
TNI Angkatan Udara mengerahkan empat pesawat untuk membantu operasi pencarian bangkai pesawat Sriwijaya Air SJ-182 tujuan Jakarta-Pontianak yang diperkirakan jatuh di sekitar perairan pulau Laki dan pulau Lancang Kepulauan Seribu, Sabtu.
Keluarga Kru Sriwijaya Air?Fadly Satrianto di Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat berharap adanya keajaiban setelah pesawat dengan nomor penerbangan SJ-182 hilang kontak.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Fadil Imran menyatakan keberadaan Posko Ante Mortem di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur telah mengidentifikasi fase pertama korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu.
KRI Teluk Gilimanuk-531 tiba di perairan antara Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, Minggu dini hari sekitar pukul 01.20 WIB.
Posko Ante Mortem-DVI RS Polri terlihat melakukan persiapan untuk kedatangan jenazah dan keluarga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182, Ahad pagi.
Kapten Afwan, Pilot Sriwijaya Air SJ 182 yang pesawatnya hilang di atas Pulau Lancang Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1) sore, dikenal alim di lingkungan Perumahan Bumi Cibinong Endah (BCE), Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan bahwa Polri menyiagakan tim?Disaster Victim Identification?(DVI) di RS Polri Said Soekanto, Jakarta untuk melakukan identifikasi para korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182.
Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) mengerahkan Kapal Republik Indonesia (KRI) Rigel-933 untuk upaya pencarian korban dan puing pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang diperkirakan jatuh di perairan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, Jakarta.
Polda Metro Jaya menurunkan 60 penyelam untuk membantu pencarian korban dan puing pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang diperkirakan jatuh di wilayah Kepulauan Seribu.
Kepala Basarnas (Kabasarnas) Marsdya Bagus Puruhito selaku SAR Coordinator (SC) pada operasi SAR Sriwijaya Air SJ 182 menerima serpihan-serpihan pesawat yang diduga kuat berasal dari pesawat yang sebelumnya dinyatakan hilang kontak di kawasan Kepulauan Seribu, Jakarta, Sabtu (9/1).