Buaya Berkeliaran, Masih Ada Bocah Terjun ke Sungai Mentaya
Warga berharap ada tindak lanjut dari pihak terkait seringnya penampakan buay di sekitar perairan tempat tinggal mereka
Tag
Warga berharap ada tindak lanjut dari pihak terkait seringnya penampakan buay di sekitar perairan tempat tinggal mereka
Papan peringatan ini dipasang mengingat semakin seringnya buaya muncul di perairan sekitar kawasan itu
Muriansyah mengimbau?masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, terutama seperti sampah rumah tangga sisa membersihkan ikan dan bangkai binatang
Sejumlah warga berhasil menyelamatkan seekor bekantan saat hanyut di Sungai Mentaya, Sampit, Kotawaringin Timur, Rabu, 4 Agustus 2021.?
Bekantan usia remaja itu tampak buas. Warga pun terpaksa mengingatnya di dermaga penyeberangan
BKSDA belum bisa melakukan tindakan penangkapan atau rescue. Pasalnya, belum diketahui lokasi buaya secara pasti
Masyarakat sekitar juga sering melakukan aktivitas cuci dan mandi di lanting sungai tersebut. Hal itulah yang membuat masyarakat khawatir, menjadi korban serangan oleh hewan buas tersebut
Meski tak berpengaruh terhadap aktivitas wisata susur sungai, warga berharap agar buaya tersebut ditangkap dan dipindahkan ke tempat yang lebih layak dan jauh dari jangkauan manusia
Pada waktu-waktu itu rawan terjadi serangan buaya. Dari kasus serangan buaya yang pernah ada, hampir 90 persen terjadi saat subuh dan malam hari
?Buaya kembali muncul di Sungai Mentaya, Sampit, Kotawaringin Timur. Kali ini buaya terekam kamera warga sedang berenang di sekitar Dermaga Feri Penyeberangan, Sabtu, 31 Juli 2021.
Motoris kelotok menyebutkan bahwa buaya yang tampak di kawasan perairan dermaga penyeberangan Sungai Mentaya berukuran sekitar 3 meter.
Kabar kemunculan buaya di perairan sekitar Kota Sampit, kembali terjadi. Kali ini buaya muncul di Sungai Mentaya, sekitar dermaga penyebrangan feri, Sabtu, 31 Juli 2021/?
Lutung abu-abu atau Trachypithecus cristatus ini keberadaanya di alam liar hampir terancam. Namun secara populasi, khususnya di Kotawaringin Timur masih banyak
BORNEONEWS, Sampit - Hingga saat ini, polisi masih mendalami kasus ditemukannya sesosok mayat pria yang mengapung di tengah Sungai Mentaya, belakang Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit. Dari…
Sementara identitas mayat belum diketahui. Saat ditemukan, korban menggunakan kaos belang-belang, celana jeans panjang?dan memakai kalung emas yang mencolok.
Buaya ini?ditemukan di sekitar Pelabuhan Belanti. Panjangnya sendiri sekitar 4 meter dan kondisinya tidak terlalu membengkak
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim*?tengah berencana membuat tol sungai. Progresnya saat ini, pemkab telah melaksanakan pra studi kelayakan pengerukan alur pelayaran alternatif Sungai Mentaya.
Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), melakukan video conference dengan Direktorat Jendral (Dirjen) Perhubungan Laut (Hubla), untuk membahas Pra FS/Studi kelayakan pengerukan alur pelayaran alternatif alur Sungai Mentaya, atau tol sungai.
Sehingga dia berkeinginan agar buaya bisa dikumpulkan di satu tempat seperti di Pulau Lepeh atau di Danau Burung, Desa Lampuyang
Korban setelah dievakuasi, langsung dibawa ke RSUD dr Murjani Sampit. Untuk penanganan lebih lanjut