Titi Wati Tidak Lancar BAB, Ini Penjelasan Tim Medis
Theodorus menjelaskan, tidak lancarnya BAB tersebut bukanlah hal yang mengkhawatirkan.
Tag
Theodorus menjelaskan, tidak lancarnya BAB tersebut bukanlah hal yang mengkhawatirkan.
Saat ditanya alasan tidak bisa BAB, ia mengaku karena beberapa hari terakhir pola makannya sangat berbeda dari biasanya.
Ada perawat atau dokter yang rutin setiap minggu datang ke rumah ke rumah Titi Wati untuk melakukan pengecekan.
Titi Wati, wanita terberat di Kalteng ini setelah operasi mengaku sudah bisa mulai berdiri meskipun belum bisa normal.
Belum lama ini Titi Wati bersama anggota keluarga dijanjikan Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran memberikan sejumlah uang senilai Rp200 juta.
Titi Wati dulunya suka ngemil. Menu favoritnya adalah gorengan, ditambah lagi minum es sirup dalam jumlah banyak.
Titi Wati pun berkomitmen untuk serius menjalani diet yang sudah dijalaninya dalam sepekan terakhir pascaoperasi. Dia berjanji tidak akan tergoda malànan yang dulu membuat tubuhnya membesar.
Setelah program home visit ini sukses dilaksanakan dan Titi Wati sudah mencapai target berat idealnya, RSUD Doris Sylvanus akan melakukan langkah selanjutnya yakni operasi lanjutan terhadap Titi Wat. (AGUS
"Program ini akan kita lakukan secara kontinyu guna tercapainya target yang sudah direncanakan sebelumnya. Yakni berat badan turun 15 - 20 kilogram per bulanL jelas I Gede Koko.
Titi Wati dievakuasi oleh RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya menuju kediamannya di Jalan G Obos XXV, Senin (21/1/2019) sore.
Pasca menjalani operasi Bariatrik, Titi Wati menjalani proses diet yang cukup ketat untuk mengatur pola makan dan asupan gizi yang masuk dalam tubuhnya.
Latihan otot dilakukan untuk membiasakan otot Titi Wati tidak kaku karena telah lama tidak digerakkan
Keluarga Titi Wati diharapkan mampu mempersiapkan diet yang akan dijalani oleh Titi Wati di rumah nantinya
Tim dokter siap menghadapi segala kemungkinan terburuk yang akan terjadi pada Titi Wati, baik itu saat sedang menjalani rawat inap, ataupun saat menjalani rawat jalan nantinya.
Titi wati hanya bisa mengonsumsi beberapa jenis makanan yang sudah dianjurkan oleh ahli gizi.
Titi Wati sudah mampu mobilisasi dengan melakukan beberapa gerakan di antaranya bergeser dan juga membalikkan badan.
Kerjasama yang dilakukan bersama Dinsos dan Puskesmas tersebut bertujuan untuk mengawasi dan mengontrol asupan makanan dan gizi yang akan dikonsumsi Titi Wati selama menjalani rawat jalan.
Pihak RSUD Doris Sylvanus akan segera mempersiapkan segela keperluan Titi Wati. Dimulai dari transportasi hingga edukasi kepada keluarga terkait asupan makanan untuk Titi Wati.
Alasan lain Titi Wati belum dipulangkan adalah mobilitas dari pasien untuk dipindahkan. Tentunya jika ada kesalahan maka itu akan membahayakan Titi Wati sendiri