BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekertaris Pengurus Wilayah Nadhatul Ulama (PWNU) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Suhardi meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi terkait isu pembakaran bendera oleh sekelompok Banser di Garut, Jawa Barat.
Imbauan ini disampaikan karena mendapat kabar bahwa akan ada demo di Palangka Raya menuntut Banser yang viral di media sosial Facebook.
"Kita mengajak sekaligus mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Perlu diingat yang Banser bakar bukanlah bendera tauhid, namun bendera atau simbol HTI yang dibakar," ucap Suahrdi, Kamis (25/10/2018).
Dia menyebut PWNU sudah melakukan pertemuan dan berkoordinasi dengan Polda Kalteng untuk meredam aksi demo.
Suhardi mengimbau kepada oknum yang ingin melakukan demo untuk tidak memecah belah masyarakat dan menyelesailan secara persahabatan melalui meja bundar yang difasilitasi Polda Kalteng.
--page
"Ini kita lakulan agar di Kalteng ini tetap damai dan masyarakat tidak terpecah belah oleh isu negatif dari oknum yang tidak bertanggung jawab," lanjutnya.
Senada dengan Suhardi, Ketua PWNU Kalteng juga membenarkan adanya kabar demo terkait Banser melalukan pembakaran bendera di Garut.
"Kabarnya seperti itu, ada sekelompok orang yang ingin melakulan demo yang tidak terima pembakaran bendera HTI di Garut," tuturnya. (GAZALI/B-6)








