BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Dinas Kesehatan Kabupaten Seruyan melalui Bidang Kesehatan Masyarakat bersama UPTD Puskesmas Kuala Pembuang I melaksanakan Orientasi Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) di sekolah.
Kegiatan ini merupakan pelatihan awal nonklinis yang bertujuan membekali guru, siswa dan tenaga kependidikan agar lebih peka serta tanggap dalam menghadapi kondisi krisis emosional maupun trauma yang dialami murid.
Kadis Kesehatan Seruyan, dr Riza Syahputra mengatakan P3LP merupakan bentuk dukungan nonklinis berbasis empati bagi seseorang yang sedang menghadapi tekanan emosional, stres berat, krisis maupun trauma.
“Konsep ini diadaptasi dari Psychological First Aid (PFA) yang telah diterapkan secara luas,” ujarnya, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Melalui orientasi ini, peserta diberikan pemahaman bahwa siapa pun di lingkungan sekolah dapat menjadi first aider atau penolong pertama ketika menemukan teman atau murid yang sedang mengalami masa sulit.
Peran tersebut tidak membutuhkan keahlian klinis yang kompleks. Hal terpenting adalah kepedulian, kemauan mendengarkan, memberikan dukungan secara tepat serta menghindari sikap menghakimi.
Dinkes Seruyan berharap pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan ini dapat diterapkan di lingkungan sekolah, sehingga tercipta suasana yang lebih suportif dan aman bagi peserta didik.
Selain membantu menghadapi kondisi psikologis pada tahap awal, kegiatan P3LP juga diharapkan mampu mengurangi stigma terhadap gangguan kesehatan jiwa serta membangun budaya empati di lingkungan sekolah. (FAHRUL/y)









