BORNEONEWS, Pulang Pisau – PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Pulang Pisau kembali menunjukkan kepedulian sosial melalui program Derma Nusantara Vol. 2. Sebanyak 75 penerima manfaat yang terdiri dari anak yatim, santri pondok pesantren, hingga penyandang disabilitas mendapat bantuan berupa paket sembako, santunan, serta konsumsi.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 2 Oktober 2026 tersebut menyasar tiga lembaga, yakni Pondok Pesantren dan Panti Asuhan Hidayatullah, Pondok Pesantren dan Panti Asuhan An Nur, serta SKHN 1 Pulang Pisau.
Manager PT PLN Nusantara Power UP Pulang Pisau, Warhamna, mengatakan program Derma Nusantara merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan perhatian dan dukungan sosial.
“Melalui program Derma Nusantara Vol. 2 ini, kami ingin berbagi kebahagiaan sekaligus menunjukkan bahwa kehadiran PLN Nusantara Power bukan hanya untuk menerangi negeri, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya anak-anak yatim dan penyandang disabilitas,” ujar Warhamna.
Menurutnya, bantuan yang disalurkan bukan semata-mata dilihat dari nilai materi, melainkan sebagai bentuk perhatian dan dukungan moral kepada para penerima manfaat.
“Kami berharap bantuan ini tidak hanya dilihat dari nilai materinya, tetapi juga menjadi bentuk perhatian, kasih sayang, dan dukungan moral bagi para penerima manfaat. Semoga apa yang kami berikan dapat menghadirkan senyum dan kebahagiaan bagi mereka,” tambahnya.
Warhamna menegaskan, keberadaan PLN Nusantara Power di Kabupaten Pulang Pisau diharapkan tidak hanya berkontribusi dalam penyediaan energi listrik, tetapi juga mampu memberikan dampak positif terhadap kehidupan sosial masyarakat.
Melalui Derma Nusantara Vol. 2, perusahaan juga ingin memperkuat semangat solidaritas, kebersamaan, serta mendukung terciptanya lingkungan yang lebih inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
“PLN Nusantara Power akan terus berupaya menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian sosial, karena kami percaya bahwa energi terbaik bukan hanya yang dihasilkan pembangkit listrik, tetapi juga energi kebaikan yang dapat dirasakan oleh masyarakat,” tutupnya. (RETHA/j)









