BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya terus memperkuat ketahanan pangan daerah dengan menjajaki tambahan pasokan beras dari berbagai wilayah. Setelah mendatangkan 75 ton beras premium dari Sulawesi Selatan, Pemko kini membidik potensi pasokan beras Siam asal Pamanukan.
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengatakan diversifikasi sumber pasokan menjadi langkah penting untuk menjaga ketersediaan beras di tengah ancaman kelangkaan dan potensi peningkatan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, pemerintah tidak ingin hanya bergantung pada satu daerah pemasok. Alternatif pasokan dari wilayah lain diharapkan dapat memperkuat cadangan pangan sekaligus menjaga kelancaran distribusi beras di Kota Palangka Raya.
“Tidak hanya bertumpu pada kiriman dari Sulawesi Selatan, kami juga membidik potensi pasokan tambahan berupa beras Siam asal Pamanukan. Ini diharapkan dapat memperkuat stok pangan lokal dan menjaga ketersediaan beras bagi masyarakat,” katanya, Rabu, 21 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, upaya mencari sumber pasokan alternatif merupakan bagian dari langkah antisipatif pemerintah daerah untuk menghadapi dinamika kebutuhan pangan. Terlebih, menjelang akhir tahun, kebutuhan masyarakat berpotensi meningkat seiring perayaan hari besar keagamaan.
"Kehadiran beras Siam asal Pamanukan diproyeksikan menjadi tambahan pilihan untuk mempertebal ketersediaan stok beras di Palangka Raya. Namun, realisasi pasokan tersebut tetap memerlukan koordinasi dengan pihak pemasok serta perhitungan terkait volume, harga, dan kelancaran distribusi," tambahnya.
Achmad Zaini berharap, upaya memperluas sumber pasokan dapat membantu pemerintah menjaga keseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan beras di pasaran. Dengan demikian, masyarakat tetap memiliki akses terhadap bahan pokok tanpa menghadapi gejolak harga yang berlebihan.
Pemko Palangka Raya juga perlu memastikan koordinasi dengan distributor dan pihak terkait berjalan optimal agar pasokan yang masuk dapat disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat.
Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap ketahanan pangan Kota Palangka Raya semakin kuat, tidak hanya mengandalkan pasokan dari luar daerah tertentu, tetapi juga memiliki alternatif sumber beras yang dapat diandalkan hingga akhir tahun. (MARINI/Y)









