BORNEONEWS, Banjarmasin – Kawanan bekantan dilaporkan terlihat di kawasan semak di Jalan Ahmad Yani Kilometer 17, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Rabu sore, 21 Oktober 2026. Lokasi kemunculan satwa dilindungi itu tidak jauh dari Tugu 17 Mei.
Bekantan tersebut terlihat berada di antara semak-semak sambil mencari sumber air. Sejumlah individu dalam kawanan itu dilaporkan bergantian meminum air yang masih tersedia di lokasi.
Kemunculan kawanan bekantan di kawasan tersebut menarik perhatian warga sekitar. Satwa yang biasanya hidup di habitat alami itu terlihat berada di area yang tidak jauh dari jalur lalu lintas dan aktivitas masyarakat.
Namun, kawanan tersebut tidak bertahan lama setelah menyadari kehadiran warga. Beberapa bekantan segera berlari meninggalkan lokasi, sehingga warga hanya sempat mengamati keberadaan mereka dari kejauhan.
Salah seorang warga sekitar memperkirakan jumlah bekantan yang terlihat mencapai tiga hingga lima ekor atau lebih. "Kira-kira jumlahnya ada sekitar 3 hingga 5 ekor lebih," ungkap warga tersebut.
Temuan satwa dilindungi itu kemudian diinformasikan kepada pihak terkait agar dapat ditindaklanjuti. Penanganan diperlukan untuk memastikan keselamatan satwa sekaligus mencegah gangguan akibat interaksi dengan manusia.
Kemunculan kawanan bekantan tersebut menjadi perhatian karena kawasan yang tidak jauh dari lokasi itu baru-baru ini terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Warga menduga bekantan tersebut mencari sumber air karena kondisi lingkungan yang terdampak kebakaran. Namun, dugaan bahwa karhutla menjadi penyebab satwa itu keluar dari habitatnya masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Bekantan (Nasalis larvatus) merupakan primata endemik Kalimantan yang dilindungi. Perubahan kondisi habitat, termasuk kebakaran lahan dan berkurangnya sumber air, berpotensi mengganggu kehidupan satwa liar. (SABRIANOOR/H)









