JAKARTA –

BORNEONEWS, Kudus - Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Dhinda Amartya Pratiwi melangkah ke babak 16 besar setelah mengalahkan wakil Chinese Taipei, Huang Ching Ping, pada babak 32 besar Indonesia Masters di GOR Djarum Arena Kudus, Jawa Tengah, Rabu 21 Oktober 2026.

Dhinda menang melalui pertandingan tiga gim dengan skor 18-21, 21-15, 26-24 atas Huang yang berstatus unggulan ketiga dalam turnamen berlevel BWF World Tour Super 100 tersebut.

Kemenangan itu diraih Dhinda melalui perjuangan ketat, terutama pada gim ketiga yang berlangsung hingga deuce sebelum dia memastikan kemenangan dengan skor 26-24.

Dhinda usai pertandingan mengaku telah mempelajari pola permainan Huang sebelum pertandingan. Dia mewaspadai smes keras lawannya yang kerap menyulitkannya, terutama ketika bermain di sisi lapangan yang melawan arah angin.

"Dhinda tahu smesannya kencang dan arahnya lurus. Namun, karena pukulannya cepat, beberapa kali kesulitan mengantisipasinya," ujarnya.

Pada gim pertama, Dhinda mengaku kesulitan mengembangkan permainan karena beberapa kali gagal mengantisipasi serangan lawan. Namun, dia mampu bangkit pada gim kedua setelah mendapatkan arahan dari pelatih untuk mempercepat tempo permainan di depan net dan tidak terlalu banyak memainkan bola dorongan.

Strategi tersebut membuat Huang lebih sering melakukan kesalahan sendiri sehingga Dhinda mampu merebut gim kedua dengan skor 21-15.

Memasuki gim penentuan, pertandingan kembali berlangsung ketat. Dhinda mengaku masih menghadapi kendala ketika bola yang dipukulnya kurang jauh melewati lapangan, sementara servis tinggi yang dilakukannya beberapa kali langsung disambar smes oleh lawan.

Dalam situasi tersebut, dia berusaha mengubah strategi dengan lebih berani melakukan servis pendek. Arahan pelatih juga membantunya menjaga mental hingga mampu mengamankan kemenangan.

"Pelatih menginstruksikan agar bermain lepas, tidak memikirkan menang atau kalah, dan jangan menyerah karena lawan juga sudah capek. Saya berusaha menguatkan pikiran lagi supaya bisa menang," ujarnya.

Selain mengandalkan strategi, Dhinda mengaku berusaha tetap fokus meskipun pertandingan berlangsung di tengah dukungan penonton yang meriah. Bahkan, suasana pertandingan di Kudus justru memberikan pengalaman positif.

"Suasananya sangat meriah. Fasilitasnya juga bagus, termasuk lapangan dan tempat pemanasan yang luas. Di beberapa turnamen, tempat pemanasannya kurang memadai, tetapi di sini sangat bagus," ujarnya.

Pada babak 16 besar, Kamis (22/10), Dhinda dijadwalkan menghadapi wakil Chinese Taipei lainnya, Liang Ting Yu yang memiliki karakter permainan berbeda dibandingkan Huang, dengan kekuatan tangan dan tenaga pukulan yang perlu diwaspadai.

Dengan kemenangan atas unggulan ketiga, Dhinda diharapkan mampu menjaga momentum dan kembali menunjukkan permainan terbaiknya untuk melangkah lebih jauh di turnamen bulu tangkis internasional tersebut.

ANTARA