JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta – Barcelona resmi melaporkan Paris Saint-Germain (PSG) ke UEFA terkait tifo bertema kekerasan yang dibentangkan suporter tuan rumah saat laga Liga Champions 2026/2027 di Parc des Princes, Rabu, 21 Oktober 2026 WIB.

Tifo tersebut menampilkan sosok bertopeng membawa gergaji mesin yang digambarkan menghancurkan logo Barcelona.

Efek piroteknik juga digunakan untuk menciptakan kesan percikan api dari gergaji mesin tersebut.

Barcelona mengecam keras koreografi itu karena dinilai melampaui batas rivalitas olahraga dan mengandung pesan kekerasan.

“Gambar-gambar tersebut sangat mengganggu dan menyampaikan pesan yang memicu kekerasan serta kebencian dalam olahraga,” demikian pernyataan Barcelona.

Klub asal Katalunya itu menilai pesan visual tersebut bertentangan dengan nilai penghormatan, fair play, dan sportivitas.

“Kami meyakini bahwa sepak bola seharusnya menjadi ruang bagi persaingan yang sehat, rasa saling menghormati, dan kecintaan terhadap permainan, tanpa pesan yang mendorong kebencian atau kekerasan,” lanjut pernyataan tersebut.

Pasal 16 Regulasi Disiplin UEFA melarang penggunaan gestur, kata-kata, benda, maupun sarana lain untuk menyampaikan pesan provokatif yang tidak pantas dalam pertandingan.

Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat berujung pada sanksi disiplin.

Kontroversi itu terjadi bersamaan dengan kemenangan PSG 4-2 atas Barcelona.

Empat gol PSG dicetak Desire Doue, Lucas Hernandez, Vitinha, dan Fabian Ruiz. Sementara Barcelona membalas melalui Xavi Espart dan Lamine Yamal.

Hasil tersebut sekaligus menjadi kekalahan pertama Barcelona pada musim 2026/2027 dan menghentikan catatan 11 kemenangan beruntun mereka di semua kompetisi.

SUMBER: ANTARA