JAKARTA –

Menko PMK: Pemerintah dan Filantropi Siapkan 295 Rumah Oksigen di Kalteng

BORNEONEWS, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono mengatakan pemerintah bekerja sama dengan sejumlah filantropi untuk memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan, termasuk di Kalimantan Tengah.

Bentuk dukungan tersebut meliputi pembagian masker, penyediaan oksigen portabel, serta rumah oksigen yang dirancang sebagai ruang aman dari paparan asap.

“Kami bekerja sama dengan beberapa filantropi untuk melakukan pembagian masker, oksigen portabel, kemudian penyediaan rumah oksigen yang menggunakan fasilitas-fasilitas bangunan yang dibuat sedemikian rupa, sehingga kedap asap,” kata Sugiono, Kamis, 22 Oktober 2026.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, dari 477 rumah oksigen yang disiapkan di wilayah terdampak karhutla, sebanyak 295 berada di Kalimantan Tengah.

Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat asap, termasuk infeksi saluran pernapasan akut.

Pemerintah juga kembali mengaktifkan posko kesehatan darurat untuk memberikan perlindungan kepada kelompok rentan.

“Dalam rangka melindungi kelompok rentan, terutama balita, pemerintah dalam hal ini BNPB, Dinas Kesehatan juga telah mengaktifkan kembali posko-posko kesehatan darurat di bawah koordinasi Kementerian Kesehatan,” ujar Sugiono.

Selain rumah oksigen, Kemenkes juga mendistribusikan peralatan kesehatan, obat-obatan, dan vitamin berdasarkan kebutuhan yang disampaikan fasilitas kesehatan di daerah.

Sugiono mengatakan kebutuhan tersebut ditindaklanjuti setelah pemerintah berkoordinasi dengan puskesmas dan fasilitas kesehatan di wilayah terdampak.

“Dari apa yang menjadi masukan mereka, satu hari kemudian Kemenkes juga sudah melakukan dropping peralatan, obat-obatan, vitamin yang dibutuhkan oleh daerah-daerah tersebut,” katanya.

Pemerintah menyatakan layanan akan terus diperluas dengan perhatian khusus kepada masyarakat yang rentan mengalami ISPA.

Data Kemenkes mencatat 314.124 kasus kumulatif ISPA di tujuh provinsi dan 65 kabupaten/kota terdampak karhutla.

Dari jumlah tersebut, 70.890 kasus terjadi pada kelompok usia 0–5 tahun. Pada 20 Oktober 2026, tercatat 3.269 kasus ISPA.

SUMBER: ANTARA