PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam memastikan kesiapan fasilitas kesehatan untuk melayani masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus berupaya memastikan kesiapan fasilitas kesehatan dalam melayani masyarakat terdampak kabut asap. Koordinasi dengan pemerintah pusat serta dukungan sarana medis diperlukan untuk mengoptimalkan penanganan kesehatan,” tandas sebut Agustiar dalam keterangannya seperti dikutip borneonews pada Sabtu, 24 Oktober 2026.

Pernyataan itu muncul ketika karhutla di Kalimantan Tengah masih berlangsung. Hingga Jumat malam, akumulasi sejak 1 Januari mencatat 6.952 kejadian karhutla dengan luas terbakar 20.108,18 hektare dan 362.359 titik panas (hotspot). Luas tersebut dihitung dari laporan lapangan kabupaten/kota ke Pusdalops PB Provinsi.

Dalam laporan harian Posko Penanganan Darurat Bencana (PDB) Karhutla, tercatat 16.387 personel gabungan yang dikerahkan.

Pada 23 Oktober, regu-regu Posko PDB melakukan 47 penanganan, terdiri atas 1 titik baru dan 46 titik penanganan lanjutan, dengan luas lahan dipadamkan 1,71 hektare.

Data turut mengungkapkan dampak memprihatinkan dari kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut. Laporan resmi mencatat akumulasi kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menembus angka 123.448 kasus.

Kondisi kesehatan masyarakat ini memburuk dengan cepat pada minggu ketiga bulan Oktober 2026. Hanya dalam minggu ketiga Oktober saja, tercatat penambahan 7.044 kasus ISPA dan 1.163 kasus diare baru. (HERMAWAN DP/H)