PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah, H Agustiar Sabran menyalurkan bantuan pangan bagi jemaat gereja lintas denominasi di Palangka Raya pada Minggu, 18 Oktober 2026. Bantuan tersebut menjadi bagian dari kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang membutuhkan, termasuk mereka yang terdampak kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.

Sekretaris Daerah Kalteng, dr Linae Victoria Aden, mengatakan kunjungan Gubernur ke GPIB Ebenhaezer Palangka Raya menjadi momen tersendiri karena merupakan kali pertama orang nomor satu di Kalteng tersebut menginjakkan kaki di gereja itu.

“Ini pertama kalinya Bapak Gubernur menginjakkan kaki di GPIB Ebenhaezer Palangka Raya,” ujarnya saat menyampaikan sambutan di hadapan jemaat, Minggu.

Linae menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan Gubernur kepada masyarakat di 14 kabupaten/kota di Kalteng selama penanganan karhutla. Khusus di Palangka Raya, Gubernur mengagendakan pertemuan dengan jemaat gereja dari berbagai aras atau lingkup organisasi gereja agar dapat menyapa mereka secara langsung.

Menurutnya, kehadiran Gubernur bukan sekadar agenda penyerahan bantuan, melainkan juga bentuk perhatian dan kasih kepada masyarakat, khususnya jemaat yang hadir dalam kegiatan tersebut.

“Ini adalah bentuk kepedulian, perhatian langsung, cinta kasih dari pimpinan kita untuk masyarakat Kalimantan Tengah dan terutama untuk kita semua jemaat yang sudah hadir pada hari ini,” katanya.

Linae menyebutkan, bantuan pangan yang disalurkan pada kesempatan itu awalnya direncanakan menyasar guru Sekolah Minggu, koster gereja, dan jemaat yang membutuhkan. Namun, berdasarkan pemantauan di lapangan, jumlah jemaat yang memerlukan bantuan dinilai cukup banyak sehingga pemerintah membuka kemungkinan penambahan bantuan.

Ia pun menyampaikan harapan agar dukungan tambahan dapat disiapkan untuk menjangkau lebih banyak penerima manfaat, terutama jemaat yang terdampak karhutla.

“Awalnya Bapak mengatakan untuk Sekolah Minggu, untuk koster, untuk jemaat-jemaat yang memerlukan, namun kelihatannya akan berkembang lagi lebih banyak lagi,” ungkapnya.

Selain bantuan pangan, Linae turut menyosialisasikan program prioritas Gubernur Kalteng berupa Kartu Kesejahteraan. Menurutnya, kesempatan bagi masyarakat untuk mendaftarkan diri sebagai calon penerima manfaat masih terbuka, termasuk bagi jemaat dari berbagai denominasi gereja.

Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan "Lapor Gub" yang disediakan pemerintah. Informasi mengenai mekanisme pendaftaran juga dapat disampaikan melalui pimpinan gereja masing-masing, termasuk melalui grup WhatsApp yang tersedia.

Ia menegaskan, setiap pendaftar akan menjalani proses verifikasi untuk memastikan kesesuaian dengan persyaratan dan kelayakan sebagai penerima manfaat.

Program Kartu Kesejahteraan tersebut mencakup sejumlah bentuk bantuan, mulai dari bantuan tunai, bantuan pangan, layanan kesehatan gratis, pendidikan, ketenagakerjaan, hingga berbagai program lainnya yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalteng.

“Semua ditujukan untuk kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah,” tegasnya.

Pemerintah berharap penyaluran bantuan dan pembukaan akses terhadap program kesejahteraan tersebut dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan, termasuk kelompok jemaat gereja yang terdampak bencana karhutla. (TESTI PRISCILLA/H)