BORNEONEWS, Palangka Raya - Operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mendukung penanganan karhutla di Kalimantan Tengah berlanjut pada Minggu, 25 Oktober 2026. Laporan Posko PDB Karhutla mencatat ada tujuh sortie OMC dengan bahan semai berupa 4.500 kilogram dry ice dan 2.000 kilogram natrium klorida (NaCl).
Lima sortie dilaksanakan TNI AU Kalimantan Tengah menggunakan CASA 212-200 (A-2107 satu sortie dan A-2105 dua sortie), CASA 212-400 (A-2119), dan CN295 (A-2904). Dua sortie lainnya merupakan OMC BNPB untuk Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan yang dioperasikan PT Milan Pillery Bersatu, menggunakan Cessna Caravan 208B (PK-SNL) dan Pilatus PC-6 Porter (PK-SNC).
Lima sortie membawa dry ice 800 kilogram, satu sortie Pilatus membawa dry ice 500 kilogram, dan sortie CN295 membawa NaCl 2.000 kilogram.
Sortie CASA menyemai area di sekitar VOR Palangka Raya pada ketinggian 10.500 hingga 12.000 kaki. Sortie CN295 menyasar Pulang Pisau, Katingan, Kotawaringin Timur, Seruyan, dan Kotawaringin Barat pada ketinggian 10.500–12.500 kaki. Caravan dan Pilatus menyemai blocking area pada radial 320° hingga 360° berjarak 80 hingga 100 mil laut di ketinggian 8.000–12.000 kaki.
Di sisi water bombing, helikopter AS350B3E (PK-DAP) milik Satgas Udara Kemenhut menjatuhkan air 24 kali dengan total 24.000 liter di Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, dengan jam terbang 2 jam 38 menit. Lahan terbakar di lokasi sekitar 4 hektare dan yang dipadamkan 1 hektare.
Helikopter Bell 412EP (HA-5172) milik TNI melakukan 2 kali water bombing dengan total air 4.400 liter di area Teluk Pulai Kumai (TNTP). Lahan terbakar sekitar 2 hektare dan yang dipadamkan 0,5 hektare. Jika dijumlahkan, kedua sortie mencapai 26 kali water bombing dan 28.400 liter air.
Asap masih mengganggu jarak pandang. Pada pukul 15.00 WIB, jarak pandang tercatat 0,2 kilometer di Palangka Raya, 0,3 kilometer di Sampit, dan masing-masing 0,1 kilometer di Buntok dan Muara Teweh, sedangkan di Pangkalan Bun 4 kilometer. Cuaca di kelima stasiun BMKG itu tercatat berasap.
Dari sisi kesehatan, infografis harian mencatat 6.308 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan 1.151 kasus diare pada minggu keempat Oktober 2026. Angka itu lebih rendah dari minggu ketiga (7.044 kasus ISPA dan 1.163 kasus diare).
BMKG Kalteng menyebut belokan angin dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) terpantau di Kalimantan Tengah. Kelembapan udara yang cukup basah dan labilitas lokal yang cukup labil mendukung pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah. Pada 25 Oktober, hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berpotensi di Kotawaringin Barat, Seruyan, Kotawaringin Timur, Pulang Pisau bagian utara, Kota Palangka Raya, dan Katingan.
Untuk 25–27 Oktober, potensi hujan meliputi 11 wilayah: Kotawaringin Barat, Lamandau, Seruyan, Kotawaringin Timur, Katingan, Gunung Mas, Kapuas, Pulang Pisau, Murung Raya, Barito Utara, dan Kota Palangka Raya. Pada 28–31 Oktober, potensi itu ada di Kotawaringin Barat, Sukamara, Lamandau, Seruyan bagian utara, Katingan bagian utara, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Kapuas bagian utara, Pulang Pisau bagian utara, dan Kota Palangka Raya bagian utara.
BMKG mengimbau masyarakat tidak membakar lahan untuk tujuan apa pun, mengurangi kegiatan di luar ruangan, dan memakai masker saat berada di luar, terutama bagi penderita gangguan pernapasan, anak-anak, ibu hamil, dan lansia. (HERMAWAN DP/y)
Upaya Kendalikan Cuaca Kalteng, 7 Sortie OMC Tabur 4,5 Ton Dry Ice dan 2 Ton NaCl
Bagikan:

PALANGKA RAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Dana Bantuan Penanganan Karhutla Diharapkan Tepat Sasaran dan Berdaya Guna
Gerindra Barito Timur Dorong Kader Perkuat Peran di Tengah Masyarakat
Kualitas Udara Memburuk, Ratusan Warga Pangkalan Bun Manfaatkan Rumah Oksigen KIM?
Kapuas Masuk Tiga Daerah di Kalteng yang Jalani Verifikasi Lapangan Evaluasi PUG
Angka Kecelakaan Naik 10,4 Persen, Polres Kapuas Gelar Operasi Patuh Telabang Selama Dua Pekan
Yuas Elko Minta Agen dan Pangkalan Elpiji 3 Kilogram di Kalteng Diawasi
Komentar (0)
Memuat komentar…







