BORNEONEWS, Palangka Raya - Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Yuas Elko meminta instansi terkait memperkuat pengawasan distribusi elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram mulai dari agen hingga pangkalan agar penyalurannya sesuai ketentuan dan tepat sasaran.
“Bagaimana upaya kita mengendalikan distribusi ini perlu menjadi perhatian bersama. Agen dan pangkalan harus diawasi agar menjalankan ketentuan, sehingga distribusi elpiji bersubsidi dapat berjalan sebagaimana mestinya,” tegas Yuas dalam Rakor Pengendalian Inflasi secara virtual dari Ruang Rapat Bajakah Lantai I, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Senin, 26 Oktober 2026.
Menurut Yuas, distribusi elpiji bersubsidi masih memerlukan perhatian sehingga pengawasan terhadap rantai penyalurannya perlu ditingkatkan.
Pengawasan tersebut ditujukan untuk mencegah penyaluran yang tidak sesuai aturan, termasuk penjualan kepada pengecer yang tidak semestinya.
Satgas Pangan Polda Kalimantan Tengah juga diharapkan berperan aktif dalam pengawasan serta penanganan pelanggaran sesuai kewenangannya.
Yuas menambahkan, koordinasi lintas sektor diperlukan untuk memastikan persoalan yang berpotensi memengaruhi harga dan ketersediaan barang kebutuhan masyarakat dapat segera ditangani.
Pengawasan distribusi elpiji menjadi salah satu perhatian dalam rakor yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir serta diikuti perwakilan Forkopimda dan instansi vertikal di Kalimantan Tengah.
Selain distribusi elpiji , Yuas menekankan pengendalian inflasi perlu dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan untuk menjaga stabilitas harga serta daya beli masyarakat.
“Pengendalian inflasi ini harus kita lakukan sepanjang waktu, bukan hanya satu tahun. Ini menyangkut kebutuhan yang dirasakan dan dinikmati bersama oleh masyarakat,” ujar Yuas. (HERMAWAN DP/y)









