‎‎BORNEONEWS, Sampit – Suasana dini hari yang semula sunyi mendadak berubah mencekam. Saat sebagian besar warga masih terlelap, kobaran api tiba-tiba membesar dan melahap dua rumah di Jalan Iskandar 22, RT 009, RW 003, Kecamatan Mentawa Baru (MB) Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Selasa (27/10/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.
‎
‎Dalam hitungan waktu, api yang membesar membuat warga panik. Mereka berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri, khawatir kobaran api merembet ke bangunan lain yang berdiri berdekatan di kawasan padat penduduk tersebut.
‎
‎Dua rumah milik warga bernama Sitah dan Diah menjadi sasaran amukan si jago merah. Di tengah situasi yang serba kacau, keselamatan jiwa menjadi hal utama.

Penghuni salah satu rumah berhasil menyelamatkan diri, tetapi tidak sempat membawa barang-barang berharga yang tertinggal di dalam rumah.
‎
‎Kebakaran itu menyisakan kepanikan dan kecemasan bagi warga sekitar. Apalagi, kobaran api muncul ketika sebagian besar penghuni rumah masih tidur, sehingga waktu untuk menyadari bahaya dan menyelamatkan diri sangat terbatas.
‎
‎“Api tiba-tiba besar. Namun, kabarnya satu rumah tidak sedang ditempati sehingga ada satu rumah hanya ditiduri oleh satu orang saja,” ungkap Masnur, warga setempat.
‎
‎Menurutnya, salah seorang penghuni rumah sempat mengalami syok akibat peristiwa tersebut. Petugas kemudian mengevakuasi orang tersebut untuk memastikan keselamatannya.

‎
‎‎Pantauan di lokasi sekitar pukul 04.15 WIB, petugas masih berjibaku melakukan proses pendinginan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang tersisa dan berpotensi kembali memicu kebakaran.
‎
‎Kedekatan bangunan di kawasan tersebut membuat kebakaran menjadi ancaman serius. Jika api tidak segera dikendalikan, kobaran berpotensi menjalar dan menambah jumlah rumah yang terdampak.
‎
‎Dini hari yang seharusnya menjadi waktu warga beristirahat pun berubah menjadi momen penuh kecemasan. Warga menyaksikan upaya petugas memastikan api benar-benar padam, sementara penghuni rumah terdampak harus menghadapi kerugian akibat kebakaran.
‎
‎Hingga berita ini ditulis, penyebab kebakaran yang menghanguskan dua rumah tersebut masih belum diketahui. Total kerugian material juga belum dapat dipastikan. (DEVI/R)