Bupati Barito Utara Tegaskan Komitmen Perkuat Integritas dan Cegah Korupsi
Bupati Barito Utara, H Shalahuddin mengatakan, penguatan integritas dan upaya pencegahan korupsi harus menjadi komitmen bersama seluruh jajaran pemerintahan
Bupati Barito Utara, H Shalahuddin mengatakan, penguatan integritas dan upaya pencegahan korupsi harus menjadi komitmen bersama seluruh jajaran pemerintahan
Pembagian masker dipimpin langsung Sekretaris Dinas Kesehatan Barito Utara, Zero Sota Rosadi, bersama jajaran, di depan Kantor Dinas Kesehatan Barito Utara. Masker diberikan kepada pengendara maupun pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.
Ketua DPRD Barito Utara, Hj Mery Rukaini menyampaikan, mendengarkan pidato kenegaraan Presiden merupakan bagian penting dari agenda ketatanegaraan sekaligus momentum untuk memperkuat semangat kebangsaan dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurut Suparjan, sosialisasi metrologi legal tidak hanya berkaitan dengan pengenalan alat ukur, takaran dan timbangan, tetapi juga memiliki nilai edukasi yang penting dalam membentuk karakter kejujuran generasi muda.
Naruk menilai seleksi tersebut merupakan langkah penting dalam menyiapkan calon pemimpin satuan pendidikan yang memiliki kompetensi, integritas dan kemampuan manajerial untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Barito Utara.
Data tersebut nantinya menjadi bahan dalam pemetaan, pembinaan, pengawasan dan perencanaan program pengembangan sektor industri.
Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan mengenalkan metrologi kepada para pelajar, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kejujuran sejak usia dini
Seleksi substansi BCKS merupakan tahapan penting untuk mendapatkan calon pemimpin satuan pendidikan yang memiliki potensi dan kualitas untuk menjadi kepala sekolah profesional.
Ada sejumlah kompetensi yang menjadi perhatian dalam seleksi, antara lain kompetensi manajerial, supervisi, kewirausahaan, integritas dan kepemimpinan
Sekretaris DPRD Barito Utara, Sudiyono mengatakan, penganggaran tahun jamak dilakukan untuk memberikan kepastian terhadap arah, target, sasaran serta tahapan penyelesaian berbagai kegiatan pembangunan yang tidak dapat diselesaikan dalam satu tahun anggaran
X?H?s? ?1h?P?C<*?.t?H?3hP??????qp?E?u??? ??*?31?H?1ib?r?[*^??"r v?? ??[)L?nq?H@t??! 8??!??o?tC?fF`!?;??????t????;???/?A1h?e???? ð_?I@vT?"?:? C???tA1g?c?????nq?H?6??" ?????4A3iEc???(??2?G@t*?P?C9&!ñ???6h?"]?7???
Kegiatan tersebut membahas Permen LH/BPLH Nomor 6 Tahun 2026 tentang Pengawasan dan Sanksi Administratif Bidang Lingkungan Hidup. Regulasi tersebut diterbitkan pemerintah pada 6 Juli 2026 dan mencabut serta menggantikan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 14 Tahun 2024.
Sejumlah lokasi yang ditinjau Bupati bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Barito Utara meliputi proyek pelebaran Jalan Yetro Sinseng, pembangunan Jembatan Lahei, serta pembangunan Jembatan Lemo.
Bupati menjelaskan perubahan APBD dilakukan karena terdapat perkembangan aktual yang tidak sesuai dengan asumsi kebijakan umum anggaran yang telah ditetapkan dalam APBD murni 2026. Penyesuaian tersebut diperlukan untuk menjaga efektivitas pelaksanaan berbagai program prioritas daerah.
Rizali Hadi mengatakan, munculnya hamparan pasir dan bebatuan akibat surutnya Sungai Barito menarik minat masyarakat untuk datang menikmati kawasan tersebut. Namun, kondisi alam di sekitar sungai tetap memiliki potensi risiko yang perlu diwaspadai.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 11-12 Agustus 2026, tersebut dilaksanakan di Lantai 2 Aula RSUD Muara Teweh dan diikuti 20 peserta dari pengelola program RSUD dan Puskesmas.
Rapat tersebut dipimpin langsung Ketua DPRD Barito Utara, Hj Mery Rukaini serta dihadiri para anggota DPRD. Sekretaris Daerah Barito Utara Drs. Muhlis hadir bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dari unsur BPKA, Bapperida dan Inspektorat.
BORNEONEWS, Muara Teweh – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, H Al Hadi, mengapresiasi pelaksanaan Rapat Koordinasi dan Peningkatan Kapasitas Pengelola/Tim Kesehatan Haji RSUD dan Puskesmas…
Bupati meminta seluruh aparatur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Utara untuk bekerja dengan sungguh-sungguh, mengedepankan disiplin, serta mampu bekerja keras dan cerdas dalam melaksanakan tugas.
Dirinya menilai, kampanye tersebut penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian sumber daya perikanan dan ekosistem sungai.