Mahasiswa di Palangka Raya Terbongkar Lakukan Aborsi
Aksi tersebut terbongkar ketika salah seorang dari pasangan tersebut yang merupakan warga asal Kabupaten Kapuas datang ke rumah sakit. Polisi kemudian menindaklanjuti dan mengungkap semuanya.
Tag
Aksi tersebut terbongkar ketika salah seorang dari pasangan tersebut yang merupakan warga asal Kabupaten Kapuas datang ke rumah sakit. Polisi kemudian menindaklanjuti dan mengungkap semuanya.
Kasus ini awalnya dilaporkan sebagai penemuan mayat. Setelah dilakukan penyelidikan ditemukan mengarah pada kasus penganiayan terhadap anak hingga menyebabkan meninggal dunia.
MA melakukan aborsi lantaran didesak pasangannya P, yang tidak ingin bertanggungjawab. P bahkan mengancam meninggalkan MA jika tidak menggugurkan kandungannya.
MA, mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Kota Palangka Raya, menjalani sidang tertutup di Pengadilan Negeri Palangka Raya, Senin (29/10/2018).
Mundurnya jadwal pemeriksaan kepada terduga pelaku karena terbentur dengan datangnya Hari Raya Idul Fitri
Sampai saat ini kondisi SAR masih lemah dan masih dalam perawatan di rumah sakit
Polisi masih mencari janin yang diaborsi, yang kabarnya dibuang di samping rumah SAR.
Perbuatan nekat itu dilakukan SAR atas perintah dari pasangannya, yang masih berusia 16 tahun. Sang pria ini sudah tidak sekolah meski berstatus anak di bawah umur.
Diduga janin tidak berdosa itu dibuang di samping rumah pelaku perempuan, SAR, tidak jauh dari toilet.
Kapolres Palangka Raya menuturkan, pascamelakukan aborsi, kondisi SAR mengalami pendarahan dan langsung drop. Saat ini masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara/
BORNEONEWS, Palangka Raya - Aparat kepolisian Polres Palangka Raya dan Polsek Pahandut mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) aborsi (menggugurkan kandungan) di Jalan Mendawai III, Selasa…
Kasus tersebut akan dilimpahkan ke Polres Palangka Raya untuk kemudian ditangani di bagian Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA).
BORNEONEWS, Sukamara – Kepala Polsek Sukamara Iptu A Syaukani mengimbau dukun beranak di Desa Kartamulia, Kecamatan Sukamara, tidak melakukan praktik aborsi, dan kalau sampai ada kasus seperti ini…