Kalteng Fokus Revitalisasi Delapan Bahasa Daerah Tahun Ini
?Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sedang berfokus untuk merevitalisasi delapan bahasa daerah di sepanjang tahun 2023 ini.
Tag
?Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sedang berfokus untuk merevitalisasi delapan bahasa daerah di sepanjang tahun 2023 ini.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Muis mengingatkan mengenai pentingnya mengencangkan bahasa daerah di Provinsi berjuluk "Bumi Tambun Bungai" ini.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Muis mengatakan bahwa koordinator guru utama Revitalisasi Bahasa Daerah dari 14 kabupaten/kota di Kalteng merupakan garda terdepan pelestarian bahasa daerah.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Muis mengatakan bahwa dilaksanakannya kegiatan Lokakarya Istilah Bahasa Daerah Tahun 2023 merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan Bahasa Indonesia dengan cara mengusulkan istilah-istilah dari Bahasa Daerah.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Muis mengatakan bahwa cakupan kegiatan Lokakarya Bahasa Daerah Tahun 2023 tidak hanya mengajak 20 pegiat bahasa untuk mengumpulkan istilah-istilah bahasa daerah tetapi banyak kegiatan lainnya.
Sebanyak 20 pegiat bahasa turut dilibatkan dalam kegiatan Lokakarya Istilah Bahasa Daerah Tahun 2023 oleh Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah.
Tokoh-tokoh yang dinilai memahami bahasa daerah dengan fasih di provinsi Kalimantan Tengah dikumpulkan dalam kegiatan Lokakarya Istilah Bahasa Daerah Tahun 2023 oleh Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah. Terutama, tujuh bahasa daerah yang populer di kalangan masyarakat Kalteng.
Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah dengan bangga mengumumkan penyelenggaraan Lokakarya Istilah Bahasa Daerah Tahun 2023 berlangsung di Hotel Grand Global, Palangka Raya, mulai tanggal 18 September hingga 22 September 2023
Pemerintah Kabupaten Seruyan?berkomitmen mendukung penuh upaya revitalisasi bahasa daerah dan berupaya menumbuhkan kecintaan masyarakat pada bahasa dan budaya lokal.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) melalui?Dinas Pendidikan?dan Kebudayaan, akan terus menjaga eksistensi bahasa daerah agar tidak punah ditengah modernisasi saat ini.
Sebelumnya pihaknya telah melakukan kajian pada 2019 yang menemukan terdapat 11 bahasa daerah yang punah. Pada kajian tahun 2019 itu pula disebutkan terdapat 27 bahasa daerah yang rentan, 29 bahasa daerah yang mengalami kemunduran, dan 26 bahasa daerah terancam punah.
Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) bahasa daerah dialek Kotawaringin yang akan diadakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukamara hanya diikuti sekolah yang dijadikan percontohan.
Kegiatan revitalisasi bahasa daerah yang termasuk dalam program merdeka belajar dilakukan guna untuk menempatkan kembali bahasa daerah di ranah yang semestinya.
Di Kalteng sendiri setidaknya ada 4 bahasa daerah yang akan direvitalisasi pada 2022?di antaranya bahasa Dayak Ngaju, Maanyan, Uut Danum, dan Melayu dialek Kotawaringin.
Di era kemajuan zaman saat ini tentu didalam penggunaan bahasa sangat beragam dan tidak sedikit masyarakat khususnya anak-anak terutama di wilayah perkotaan yang tidak mengenal bahasa daerahnya sendiri.
Hingga saat ini DPRD melalui Tim Pansus bersama pihak terkait dari Pemprov Kalteng terus mematangkan pembahasan raperda terkait pembinaan bahasa Indonesia dan pelestarian bahasa daerah.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Siti Nafsiah mengatakan pihaknya menyambut baik adanya Raperda tenang Pembinaan Bahasa Indonesia dan Pelestarian Bahasa Daerah yang tengah dibahas saat ini.
Dewan Adat Sunda Langgeng Wisesa (SLW) khawatir ucapan Arteria Dahlan yang mempermasalahkan penggunaan bahasa Sunda oleh seorang pejabat "membunuh" bahasa daerah.
Anggota Komisi C DPRD Palangka Raya, Mukarramah mengajak pemerintah dan masyarakat melakukan berbagai upaya pelestarian bahasa daerah.
Anggota DPRD Kalteng, Rusita Irma mengajak masyarakat supaya dapat melestarikan bahasa asli daerah.