Warga Palangka Raya Bisa Jual Sampah, Ini Harga Terbarunya
Warga Palangka Raya bisa mendapatkan uang hanya dengan menjual sampah yang sudah dipilah ke Bank Sampah terdekat.
Tag
Warga Palangka Raya bisa mendapatkan uang hanya dengan menjual sampah yang sudah dipilah ke Bank Sampah terdekat.
Masyarakat di Tamiang Layang dan sekitarnya dapat memilah sendiri sampah di rumah, kemudian sampah itu disetorkan ke Bank Sampah Mentari sehingga memiliki nilai ekonomi dalam bentuk tabungan uang
Nantinya masyarakat cukup menginstal lewat hp android, selanjutnya bisa menjual sampah kering yang dikumpulkan dari rumah secara online
Pemko Palangka Raya mengembangkan bank sampah digital untuk mengurai timbuan sampah yang semakin hari kian meningkat.
Sekelompok ibu rumah tangga atau IRT di Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur yang dimotori oleh Gusti Wirdaningsih mendirikan usaha yang dinamakan Bank Sampah Mentari. Beda dengan bank pada umumnya, di bank sampah kita bisa menabung tanpa memiliki uang tunai.
Bank sampah menjadi salah satu metode pengelolaan sampah yang efektif, aman, sehat, dan ramah lingkungan. Selain itu, berguna untuk pengoptimalan pengurangan dan penanganan sampah.
Zaini menjelaskan, untuk menjadi anggota bank sampah terutama anggota Bank Sampah Unit Jekan Mandiri, masyarakat bisa langsung menghubungi ketua pengelola bank sampah Herry Yahya di nomor 0813-5255-0036.
Masyarakat yang mengantarkan sampah ke bank sampah itu nantinya ada nilai ekonomisnya. Artinya sampah yang diantar ke bank sampah itu ada nilai uangnya
Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat diajak untuk memanfaatkan bank sampah. Ini seiring dibukanyb?layanan bank sampah keliling oleh?Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat melalui Bank Sampah Induk (BSI) Berkah Jaya Plastindo, Minggu, 1 Maret 2020.
Anggota DPRD Kabupaten Kapuas Noni Ermirawati berharap masyarakat menggunakan dan memanfaatkan bank sampah yang ada di Kota Kuala Kapuas.
Keberadaan bank sampah di Kota Palangka Raya sejatinya sangat dibutuhkan, karenanya perlu dilakukan pemerataan. Bahkan, diharapkan bisa berada di setiap kelurahan.
Keberadaan bank sampah dapat menjadi wadah untuk mereduksi sampah organik maupun non organik.
Sampah yang biasanya dibuang dan dianggap oleh masyarakat sudah tidak berguna, ternyata dapat menghasilkan uang. Cukup berhubungan dengan bank sampah.
Masyarakat yang ingin hasil penjualan sampahnya ditabung ke bank, tidak perlu repot-repot menyetor langsung.
Masyarakat harus memilah sampah yang akan diuangkan terlebih dahulu. Sebab, harga sampah berbeda sesuai jenisnya.
Dengan adanya bank sampah ini masyarakat Kotawaringin Barat mendapatkan penghasilan tambahan
Sayangnya keberadaan bank sampah di Palangka Raya belum dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat
Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya mendorong agar masyarakat lebih aktif terlibat dalam membentuk dan menggerakan bank sampah.
BORNEONEWS, Sampit - Warga Sampit, ibu kota Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diajak mengenal bank sampah melalui kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di Kecamatan Baamang, Rabu, (6/9/2017).…
BORNEONEWS, Sukamara - Guna meningkatkan pengetahuan kaum pemuda tentang pengelolaan sampah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukamara mengenalkan Bank Sampah Permata Sukma kepada peserta Duta…