Harga Bawang Merah di Kuala Pembuang Naik
Harga bawang merah di pasar Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan saat ini mengalami kenaikan, hal ini membuat para ibu rumah tangga mengeluhkan.?
Tag
Harga bawang merah di pasar Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan saat ini mengalami kenaikan, hal ini membuat para ibu rumah tangga mengeluhkan.?
Salah satu Dusun di Kabupaten Barito Utara berhasil mengembangkan budidaya bawang merah. Dusun tersebut yakni Transbangdep yang berada di Desa Trahean, Kecamatan Teweh Selatan.
Wakil Bupati Sukamara H Ahmadi mengatakan, ketersediaan lahan yang masih sangat luas mendukung pengembangan komoditas tanaman bawang merah.
Demplot tanaman ini harus kita kembangkan dan menjadikan percontohan kepada masyarakat Kabupaten Sukamara
Satu kilo bibit bawang merah bisa menghasilkan 8 kilo. Artinya 1 berbanding 8, inikan sudah luar biasa
Acara panen ini juga dihadiri Wakil Bupati Sukamara- Ahmadi
Bupati Barito Utara Nadalsyah saat Apel Gabungan ASN, Senin, 1 Juli 2019, mengatakan bahwa pemerintah kabupaten mendapat kepercayaan dari Kementerian Pertanian dan Pemprov Kalteng untuk mengembangkan bawang merah dan cabai
Bawang merah diambil dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Sebelumnya, Banjarmasin juga mengambil dari Surabaya
Jika terbukti ada pelaku usaha improtir yang hanya mengeluarkan stok bawang merah setengah-setengah, maka pihaknya mengaku akan bertindak tegas
Bawang merah maupun putih dijual seharga Rp40 ribu per kilo. Naik Rp2.000 karena sebelumnya dijual Rp38 ribu
Harga bawang merah dipredikis bakal mengalami lonjakan dalam beberapa bulan ke depan.
Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah memprediksi harga bawang merah bakal kembali mengalami kenaikkan.
Provinsi Kalteng harus bergantung pada daerah lain terkait keperluan distribusi cabai dan bawang agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat di Bumi Tambun Bungai.
Pemko Palangka Raya akan menyiapkan 15 hektare lahan untuk membudidayakan bawang merah
Pemko Palangka Raya akan menyiapkan 15 hektare lahan untuk membudidayakan bawang merah
Tahun ini Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Palangka Raya menyediakan 15 hektare (ha) lahan untuk pengembangan tanaman bawang merah
Kepala Bidang Tanaman Pangan Hortikultura, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Palangka Raya, Rika Ernaningsi mengakui produksi budidaya bawang merah di Kota Cantik masih stagnan.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Hortikultura, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Palangka Raya, Rika Ernaningsi mengatakan bahwa budidaya bawang merah dengan metode ubi lebih populer di kalangan petani Kota Cantik dibanding metode biji.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Hortikultura, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Palangka Raya, Rika Ernaningsi mengatakan bahwa pihaknya akan menyiapkan 15 hektar lahan untuk membudidayakan bawang merah.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Palangka Raya akan mengembangkan bawang merah dengan dua metode berbeda di tahun 2019 ini.