Bulog Dapat Anggaran Rp16 Triliun untuk Serap 3 Juta Ton Beras
Perum Bulog mendapat anggaran sebesar Rp16 triliun untuk menyerap 3 juta ton setara beras dalam tiga bulan ke depan.
Tag
Perum Bulog mendapat anggaran sebesar Rp16 triliun untuk menyerap 3 juta ton setara beras dalam tiga bulan ke depan.
Perum Bulog menyatakan siap jika ditugaskan dan mendapatkan instruksi untuk menyalurkan MinyaKita dari pemerintah.
Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi mengatakan tidak ada rencana untuk mengajukan penambahan kuota impor beras dari rencana 3,6 juta ton pada 2024.
Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen siap memenuhi kebutuhan beras masyarakat Indonesia hingga puasa Ramadhan dan Lebaran 1445 Hijriah.
Bulog diharapkan bisa melakukan percepatan penyebaran beras ke semua kabupaten/kota se Kalteng. Kondisi ini?sehingga bisa menekan harga dan bisa menstabilkan harga agar tidak terjadi inflasi terutama menjelang akhir tahun 2023.
Kepala Kantor Wilayah Badan Urusan Logistik (Bulog) Kalimantan Tengah, Budi Cahyanto memberikan jaminan bahwa bantuan dari Bulog yang disalurkan pemerintah kabupaten/kota kepada masyarakat, kualiatas berasnya aman.
Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa pemerintah setiap bulan menyalurkan sekitar 210 ribu ton bantuan beras kepada masyarakat dalam upaya menekao?dampak fenomena El Nino.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan Bulog terus melakukan penyaluran bantuan pangan beras kepada 21,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di seluruh Indonesia hingga H-1 Lebaran.
Pimpinan Perum Bulog Cabang Buntok?Septaniasi Sawung mengatakan, Bulog saat ini menyiapkan beras medium sebanyak 20 ton yang akan dijual di pasar pangan murah sebagai upaya pengendalian inflasi di Kabupaten Barito Timur.
Penyerapan beras hasil produksi lokal, lanjutnya, baru akan dilakukan pada?April hingga Juni karena pada hasil panen raya di Maret didahulukan untuk kepentingan penggilingan di setiap wilayah dan diserap terlebih dahulu untuk pasar dan pemenuhan kebutuhan rumah tangga.
Menteri Pertanian (Mentan)?Syahrul Yasin Limpo berharap Perum Bulog bisa memaksimalkan penyerapan gabah petani pada panen raya yang biasanya terjadi pada periode Maret-April setiap tahunnya karena harga gabah sedang tinggi.
Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron menginginkan Perum Bulog meningkatkan sinergi dengan Badan Pangan Nasional dalam rangka memperkuat stok penyangga bukan hanya dalam komoditas beras, tetapi juga berbagai jenis bahan pangan lainnya yang dibutuhkan warga.
Budi memaparkan sejumlah kondisi yang membuat Bulog berpotensi merugi dengan kondisinya saat ini. Yang paling mendasar adalah hilangnya pangsa pasar Bulog untuk menyalurkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang diserap dari petani
Penyerapan beras dalam negeri ini sangat membantu petani Indonesia yang kesulitan menjual beras mereka selama pandemi COVID-19 dan penyerapan ini juga berdampak pada stabilisasi harga di tingkat petani
Badan Urusan Logistik (Bulog) Kalimantan Tengah (Kalteng) menyampaikan saat ini beberapa kabupaten di Kalteng sudah mengambil cadangan beras pemerintah (CBP).
Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Rusli Abdullah mengatakan Bulog harus segera mulai menyerap produksi beras petani karena harga Gabah Kering Giling (GKG) saat ini di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
Kementerian Sosial (Kemensos) bermitra dengan Perum Bulog menyalurkan beras dengan total 200 juta kilogram untuk 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) program keluarga harapan (PKH) dan 10 juta KPM bantuan sosial tunai (BST) dengan paket besar 10 kg per KPM.
BORNEONEWS, Puruk Cahu – Jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H, pihak Bulog Cabang Murung Raya memasrikan stok kebutuhan pokok dan daging mencukupi. Kebutuhan pokok tersebut, seperti komoditi beras…
Menjelang lebaran hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah, Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bulok Buntok menyiapkan 3,2 ton daging beku.
Hampir setiap hari Bulog?menyerap 50 ton hingga 100 ton beras sehingga?jumlah tersebut juga yang memberikan jaminan ketersediaan beras