Begini Tanggapan Pihak Otobus Yessoe terkait Tabrakan di Pangkalan Lada
"Di dalam bus terdapat sekitar 30 penumpang. Kalau bus membanting stir hingga keluar aspal, risikonya bus bisa terbalik dan itu sangat membahayakan semua penumpang,
Tag
"Di dalam bus terdapat sekitar 30 penumpang. Kalau bus membanting stir hingga keluar aspal, risikonya bus bisa terbalik dan itu sangat membahayakan semua penumpang,
Kejadian tidak mengenakkan dialami kru dan penumpang Bus Yessoe saat melintas di jalan raya antara Desa Pundu Kecamatan Cempaga Hulu-Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur, Sabtu, 10 Februari 2024, sekitar pukul 21 : 22 WIB.
Pertanggung jawaban dari PT.Yessoe terhadap penumpang ketika terjadi kecelakaan, hal yang pertama dilakukan ialah pengobatan kepada korban.
Komisaris PT Yessoe Travel, Evi Susiana menyampaikan, bahwa pemecatan tersebut sebagai langkah tegas perusahaan agar hal serupa tidak terulang lagi. Pasalnya sang sopir telah dianggap lalai sehingga menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
Teror lempar batu oleh orang tak dikenal (OTK) terhadap bus terjadi di Kotawaringin Barat (Kobar). Peristiwa kali ini menimpa supir Bus Yessoe rute Palangka Raya menuju Pangkalan Bun, akibatnya supir alami luka pada mata akibat serpihan pecahan kaca.
Selain itu supir bus diduga kuat juga memaksakan diri yang tidak memperhatikan lawan di depan saat hendak mendahului mobil lainnya
Berdasarkan laporan yang ia terima dari lapangan, sesaat sebelum kecelakaan terjadi, bus yang dikemudikan oleh Agus sedang melintas dari arah Sampit menuju Palangka Raya
PT Yessoe Travel menyampaikan beberapa catatan saat jumpa pers terkait kecelaakaan maut bus di Lamandau. Salah satunya, informasi terkait lokasi terbaliknya bus yang memang sering terjadi kecelakaan.
PT Yessoe Travel membantah sopir bus naas yang kecelakaan di Lamandau, melarikan diri pasca kejadian tersebut. Komisasir PT Yessoe Travel, Evy Susiasa pun meluruskan kabar tersebut, Kamis, 4 Juli 2019.
Manajemen PT Yessoe Travel telah mengantarkan sekitar 12 orang korban selamat dalam kecelakaan tunggal bus Yessoe di Kabupaten Lamandau, menuju tujuan awal mereka yaitu bekerja di Sampit.
Sejumlah pasien korban kecelakaan bus Yessoe di Jalan Trans Kalimantan simpang PT GCM Kabupaten Lamandau, masih dirawat di RSUD Sultan Imanuddin (RSSI) Pangkalan Bun. Total ada 12 pasien.
Tim Traffic Accident Analysis atau TAA Direktorat Lalu Lintas Polda Kalteng menargetkan tiga hari untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan tunggal bus Yessoe.
Direktur Reserse Narkoba Polda Kalteng Kombes Wijonarko menyebut akan turut melakukan pengembangan atas terungkapnya sopir cadangan bus Yessoe positif mengkonsumsi narkotika jenis sabu.
Pihak Jasa Raharja dan PO Yessoe Travel akan berkoordinasi dalam menanggung biaya pengobatan serta santunan bagi korban kecelakaan bus di Jalan Trans Kalimantan, Km 39, Desa Penopa, Kabupaten Lamandau pada Senin, 1 Juli 2019.
Komisaris PT Yessoe Travel, Evy Susiana, Selasa, 2 Juli 2019 akan memberikan sanksi kepada Adi Setiawan (37 tahun). Sanksi berupa pemecatan, karena yang bersangkutan terbukti positif mengonsumsi sabu
ES mengaku sudah meminta rekannya AS, 36, sebagai sopir cadangan untuk menggantikan dirinya mengemudikan bus, namun permintaan itu ditolak
Ketiga jenazah ini diberangkatkan sekitar pukul 15.00 WIB dengan rute Pangkalan Bun - Jakarta - Medan
Dua sopir bus Yessoe yang terlibat kecelakaan maut di jalan Trans Kalimantan KM 39, Desa Penopa, Kecamatan Lamandau, Kabupaten Lamandau, Kalteng, Senin 1 Juli 2019, telah resmi ditetapkan menjadi tersangka.
Persiapan penanganan korban kecelakaan bus Yessoe di RSUD Sultan Imanuddin (RSSI) Pangkalan Bun, sebenarnya sudah disiapkan saat kabar musibah tersebut menyebar di ruang publik, Senin, 1 Juli 2019.
Bupati Lamandau, Hendra Lesmana menyambangi korban kecelakaan Bus Yessoe, di RSUD Lamandau, Senin, 1 Juli 2019 malam.