Pemkot Harus Pastikan Ketersediaan Daging Sapi Tercukupi Saat Ramadan dan Idul Fitri
Saat Ramadan dan menjelang Idul Fitri, kebutuhan masyarakat akan daging sapi cenderung meningkat.?
Tag
Saat Ramadan dan menjelang Idul Fitri, kebutuhan masyarakat akan daging sapi cenderung meningkat.?
Praktisi kesehatan dr. Debora Aloina Ita Tarigan mengingatkan masyarakat khususnya warga Jakarta agar sebisa mungkin memilih daging sapi tanpa lemak untuk hidangan?Lebaran agar kesehatan tetap terjaga.
Selama ini pemenuhan daging sapi, dan daging ayam sebagian masih dari luar Kalimantan Tengah. Hal ini tidak terlepas dari jumlah populasi dan produksi peternakan masih rendah.
Kasus Penyakit mulut dan kuku atau PMK berdampak terhadap perkembangan populasi ternak, serta ketersediaan daging sapi yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh, Halal) di Kalimantan Tengah (Kalteng).
Permintaan daginh?sapi menjelang lebaran meningkat. Peningkatan kebutuhan masyarakat akan daging itu, ?juga diiringi dengan kenaikan harga yang ?cukup fantastis.
Batalnya kedatangan stok daging sapi dari luar Kalimantan Tengah ini menurut drh Ganjar terkendala beberapa persyaratan yang belum bisa dipenuhi oleh pihak pengusaha untuk mendatangkan stok sapi dari luar.
Menurut drh Ganjar, kebutuhan daging sapi di Kota Palangka Raya saat ini berkisar 5-6 ekor per hari ditambah dengan adanya persediaan daging sapi dan daging kerbau beku yang tersedia di Bulog Provinsi Kalimantan Tengah.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Rumah Potong Hewan atau UPTD RPH, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atau DPKP Kota Palangka Raya, drh Ganjar Priyatno mengatakan bahwa stok daging sapi saat ini masih terbilang aman.
Kepala UPT Rumah Potong Hewan atau RPH?DPKP Kota Palangka Raya?drh Ganjar Priyatno mengatakan bahwa kebutuhan daging sapi masyarakat Kota Palangka Raya menurun.
Sebanyak 40 ekor sapi dari Lamongan, Jawa Timur telah tiba di Kota Palangka Raya pada Rabu, 15 Februari 2023.
Dengan kebutuhan yang cukup besar ini menurut drh Ganjar, sangat terasa kesulitan pemenuhan kebutuhan masyarakat ketika ada kendala dalam memenuhi jumlah pasokan seperti yang terjadi saat ini.
Pada Mei 2022, industri peternakan ruminansia Indonesia kembali digegerkan oleh kabar tak mengenakan mengenai situasi buruk yang pernah dialami Indonesia, bahkan sejak era kolonial Belanda tahun 1800-an, yakni penyakit mulut dan kuku (PMK).
Saat memperoleh daging kurban Idul Adha, kerap tak menjumpai label yang menjelaskan apa persisnya daging yang diterima. Sapi?atau kambing? Bagian apa? Anda dapat mengidentifikasinya melalui sejumlah petunjuk berikut, seperti dikemukakan Cookpad dalam siaran resmi yang diterima, Sabtu.
Dinas Pertanian Kotawaringin Timur memastikan daging sapi yang beredar sudah melalui pemeriksaan kesehatan. Sehingga tak perlu khawatir dalam mengonsumsi daging sapi, apalagi saat Iduladha nanti.?
Ketua Asosiasi Anwar mengatakan tentu dampak dari menipisnya stok ternak akan ada perubahan harga daging, namun untuk harga terbaru daging di Pangkalan Bun masih tahap sosialisasi dan belum diberlakukan.
Untuk itu karena merebaknya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) disejumlah wilayah di Indonesia akan berdampak pada kurangnya stok ternak dan naiknya harga daging.
Memasuki bulan suci Ramadan, harga daging sapi makin mahal. Kini, harganya mencapai Rp 160 ribu per kilogram.
Menurutnya penyebab kenaikan harga daging sapi di pasar karena kenaikan biaya logistik penyimpanan daging sapi beku.
Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Sugianto Sabran menilai wilayah provinsi ini?memiliki potensi besar termasuk di bidang peternakan.
Harga daging sapi saat ini Rp 130 ribu per kilo gram. Namun menjelang hari besar keagamaan biasanya naik menjadi Rp 140 ribu hingga Rp 150 ribu per kilo gram.