Puskesmas Bukit Hindu Tangani 8 Kasus Demam Berdarah Dengue di Bulan Mei 2024
Selama Bulan Mei 2024, UPTD Puskesmas Bukit Hindu di Palangka Raya telah menangani 8 kasus Demam Berdarah Dengue?atau DBD di wilayah kerjanya.
Tag
Selama Bulan Mei 2024, UPTD Puskesmas Bukit Hindu di Palangka Raya telah menangani 8 kasus Demam Berdarah Dengue?atau DBD di wilayah kerjanya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur mengatakan kasus demam berdarah (DBD) di Kabupaten daerah mengalami peningkatan.?
Dinas Kesehatan Kabupaten Seruyan?merilis data bahwa sejak Januari hingga Mei 2022, terdapat 8 kasus Demam Berdarah Dengue?atau DBD di wilayah setempat.
Masyarakat di Kabupaten Seruyan?diminta mewaspadai?penyakit Demam Berdarah Dengue atau DBD?saat musim hujan seperti sekarang ini.
Ketua Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Beta Syailendra mengatakan bahwa belum ada vaksin dan pengobatan yang spesifik untuk penyakit demam berdarah dengue atau DBD.?Karenanya, masyarakat diminta untuk lebih upayakan pencegahan daripada pengobatan.
Babinsa Koramil Kapuas Murung, Serka Saifudin membantu petugas Puskesmas Palingkau melakukan pengasapan atau fogging, untuk membasmi nyamuk Aides Aegypti yang dapat menyebabkan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit atau PKRS RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dalam penyuluhan juga menyampaikan cara pencegahan penularan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit atau PKRS RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas memberikan penyuluhan tentang penyakit Demam Berdarah Dengue atau DBD di ruang tunggu poliklinik rawat jalan, Kamis, 23 Januari 2020.
Anggota Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Riduanto mengatakan, pemberlakuan tindakan fogging tidak bisa sembarangan. Pasalnya, dapat memberikan efek tak kasat mata yang mengancam kesehatan manusia.
Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah atau Bapemperda DPRD Kota Palangka Raya, Riduanto- mengatakan saat pihaknya melakukan reses ke masyarakat Raperda tentang Demam Berdarah Dengue atau DBD, kebanyakan masyarakat justru mengusulkan fogging.
Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus mulai muncul di Kabupaten Barito Timur.
Kasus demam berdarah di Kalimantan Tengah sejauh ini belum ada peningkatan yang signifikan. Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, Suyuti Syamsul, Selasa, 7 Januari 2020.
Peralihan cuaca dari musim kemarau ke penghujan yang terjadi di Kabupaten Murung Raya (Mura) saat ini rentan membuat masyarakat terserang penyakit. Terutama demam berdarah dengue (DBD) dan diare.
Sekertaris Daerah atau Sekda Kota Palangka Raya, Hera Nugrahayu, menekankan pentingnya gerakan pemberantasan sarang nyamuk atau PSN.
Pascaturun hujan deras hampir semalaman hingga dini hari pada Senin-Selasa, 19-20 Agustus 2019, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Andjar Hari Purnomo, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai pembiakan nyamuk demam berdarah dengue atau DBD.
Banyaknya desakan untuk menyatakan Palangka Raya mengalami kasus luar biasa atau KLB saat musibah demam berdarah dengue melanda pada 2017 lalu, membuat DPRD memasukkannya ke dalam raperda tentang DBD yang saat ini sedang dibahas.
DPRD Kota Palangka Raya menginisiasi rancangan peraturan daerah tentang Demam Berdarah Dengue. Raperda itu tidak hanya untuk menanggulangi wabah DBD, tetapi juga untuk mengatur kewajiban masyarakat dalam hal pencegahannya.
Wakil Ketua Badan Pembentukan Rancangan Peraturan Daerah DPRD Kota Palangka Raya, Riduanto mengatakan, fogging bukan solusi penanggulangan penyakit demam berdarah dengue atau penyebaran nyamuknya.
Wakil Ketua Bapemperda DPRD Kota Palangka Raya, Riduanto, mengatakan, masyarakat cenderung langsung memilih langkah fogging sebagai solusi, saat ada kemunculan penyakit demam berdarah dengue.
Pada saat wabah demam berdarah dengue atau DBD terjadi di Palangka Raya 2017 lalu, tidak semua pasien adalah warga Kota Palangka Raya.