Banyak Pelajar Putus Sekolah karena Tak Sanggup Belajar Daring di Kotim
Kepala SMKO?1 Pulau Hanaut, Kusmiadi?mengatakan sekolahnya berada di wilayah yang fasilitas internet dan jaringan listriknya belum memadai
Tag
Kepala SMKO?1 Pulau Hanaut, Kusmiadi?mengatakan sekolahnya berada di wilayah yang fasilitas internet dan jaringan listriknya belum memadai
Sampai dengan saat ini, ada 451 sekolah di Kotawaringin Timur melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Sebanyak 129 sekolah setingkat Taman Kanak Kanak, 260 Sekolah Dasar, dan 62 Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Sekolah Menengah Pertama (SMP) Cita Bunda Sampit mengikuti sosialisasi Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) dan pojok kependudukan, oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Kotawaringin Timur, Jumat, 10 September 2021.
Kepala Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur, Suparmadi, mempersilakan bagi sekolah-sekolah melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Menurutnya, hal ini sesuai dengan edaran Kementerian Dalam Negeri bahwa boleh melaksanakan PTM terbatas bagi daerah yang melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3.
Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kotawaringin Timur mulai menyalurkan bantuan untuk korban banjir di kabupaten itu. Sebanyak 600 paket sembako, beserta bantuan dalam bentuk lainnya akan disebar ke 7 kecamatan yang terkena musibah banjir.
Bunda PAUD Kotawaringin Timur (Kotim), Khairiah Halikinnor mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap munculnya penyakit pascabanjir.
Secara sukarela para pengurus menyisihkan rejekinya dikumpulkan melalui bendahara. Selanjutnya dana yang dikumpulkan diserahkan ke Posko PGRI Kotim Peduli Banjir?di Jalan Achmad Yani Sampit
SMPN 2 Sampit saat ini sudah melaksanakan PTM terbatas sesuai anjuran pemerintah melalui edaran Dinas Pendidikan (Disdik) setempat, salah satunya dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat
Di sekolah tersebut sendiri, baru sejak Senin, 6 September 2021 kemaren. Setelah sebelumnya melaksanakan pembelajaran di rumah, akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan
Kepala SMP Negeri 9 Sampit, Supriyono berharap Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dapat terus berlanjut. Menurutnya, dengan adanya PTM sekolah akan lebih maksimal dalam membentuk karakter peserta didik.
Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur terus mengingatkan agar sekolah-sekolah di kabupaten itu konsisten melaksanakan protokol kesehatan. Ini penting agar saat Pembelajaran Tatap Muka (PTM) diterapkan secara utuh, guru dan pelajar akan terbiasa.?
Selama pandemi covid-19 melanda, semua sekolah di Kotawaringin Timur nyaris tak pernah melaksanakan upacara bendera. Termasuk di antaranya Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 9 Sampit. Kini sekolah tersebut mulai melaksanakan upacara bendera yang mulai rutin dilaksanakan setiap Senin pagi.
Kepala Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur, Suparmadi mengaku, belum mengeluarkan edaran baru terkait Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas setelah masa percobaan berlalu dari 30 Agustus- 6 September 2021.?
Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur memastikan bahwa dalam percobaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas yang dilaksanakan sepekan ini berjalan dengan lancar dan semua taat terhadap protokol kesehatan.?
Sesuai surat edaran Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur, dalam pembelajaran tatap muka siswa SMP, yang hadir dalam kelas dibatasi 50 persen dari jumlah total setiap ruang
Kepala Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur, Suparmadi mengatakan percobaan pembelajaran tatap muka terbatas yang sudah berjalan beberapa hari ini akan dievaluasi.
Sekolah Menengah Pertama ( SMP) Negeri 1 Sampit, telah memulai pembelajaran tatap muka terbatas sejak, Selasa, 31 Agustus 2021. Sejauh ini pelajar tampak senang dan antusias mengikuti pembelajaran.
Kepala Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur, Suparmadi meminta seluruh guru dan peserta didik agar disiplin menerapkan protokol kesehatan. Hal ini penting bila tetap ingin Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terus berlanjut.
Suparmadi juga terus mengingatkan agar seluruh pelajar maupun guru menerapkan protokol kesehatan
Sejumlah orang tua dan wali murid di Sampit mengaku senang dengan dimulainya pembelajaran tatap muka terbatas. Mereka mengaku pasrah dan memercayakan penerapan protokol kesehatannya kepada guru di sekolah.?