Presiden: Pengendalian COVID-19 Kunci Bergeraknya Kembali Ekonomi
Presiden Joko Widodo mengatakan pengendalian kasus COVID-19 menjadi kunci bergeraknya perekonomian Indonesia.
Tag
Presiden Joko Widodo mengatakan pengendalian kasus COVID-19 menjadi kunci bergeraknya perekonomian Indonesia.
Ketua?Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Gerakan Pemuda Dayak Indonesia (Gerdayak) Kotawaringin Barat (Kobar), Wendi Soewarno Leontan, mengajak seluruh anggota Gerdayak dan pemuda Dayak untuk bersama-sama membangkitkan ekonomi masyarakat di tengah terpaan bencana non alam pandemi Covid-19.
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan kewirausahaan dan inovasi harus dijadikan sebagai tulang punggung kemajuan ekonomi Indonesia.
Pemerintah optimistis kinerja perekonomian mulai membaik di 2021 seiring dengan pelaksanaan kebijakan belanja stimulus fiskal, percepatan program vaksinasi serta mendorong reformasi struktural.
Deputy Country Director Asian Development Bank (ADB) untuk Indonesia Said Zaidansyah mengatakan pertumbuhan ekonomi harus beralih ke sistem ekonomi hijau atau ramah lingkungan untuk mencegah perubahan iklim yang lebih luas dan berdampak pada kehidupan manusia di bumi.
Ditetapkan kawasan industri di Kabupaten Kotawaringin Timur disambut baik dalam rangka mendorong kemajuan ekonomi di Kabupaten Kotawaringin Timur.
Anggota Komisi XI DPR RI, Puteri Anetta Komarudin menyarankan pemerintah Indonesia perlu menangkap peluang ekonomi dari Presiden baru Amerika Serikat, Joe Biden yang dinilai akan memulihkan perekonomian global akibat pandemi Covid-19.
CEBR menyebut bahwa "pengelolaan pandemi yang terampil" oleh China, yakni dengan karantina wilayah ketat sejak awal, serta pukulan terhadap pertumbuhan ekonomi jangka panjang di Barat, membuat performa ekonomi Cina secara relatif telah meningkat
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan manakala COVID-19 mampu dikendalikan akan berdampak positif bagi perekonomian dan pelaksanaan pilkada.
Ketua DPRD Barito Selatan, HM Farid Yusran menyebutkan kegiatan fisik pada APBD 2021mendatang dikurangi untuk pemulihan ekonomi masyarakat.
Laporan e-Conomy SEA yang disusun Google, Temasek, dan Bain & Company memprediksi Indonesia tetap menjadi pasar ekonomi internet terbesar di Asia Tenggara, dengan nilai mencapai 124 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.762 triliun pada 2025.
Pemerintah telah menyatakan untuk menghadirkan vaksin COVID-19 di Indonesia. Rencana pemerintah terkait vaksin diharapkan menjadi salah satu cara untuk menangani pandemi dan membangkitkan ekonomi Indonesia. Sektor teknologi keuangan yang selama ini banyak mendukung UMKM di masa pandemi ini untuk bertahan dan bangkit menyambut baik kehadiran vaksin ini.
Presiden RI Joko Widodo mengatakan ASEAN harus tumbuh menjadi kekuatan besar ekonomi digital.
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) terus berupaya memperlebar akses transportasi dari dan ke wilayah Kumai Seberang, guna meningkatkan mobilitas dan perekonomian masyarakat.
Pengembangan roket pengorbit satelit (RPS) akan berdampak pada peningkatan ekonomi Indonesia, kata Kepala Pusat Teknologi Roket Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Lilis Mariani.
Kepala Dinas Perikanan Kota Palangka Raya, Indriarti Ritadewi mengatakan, pengolahan ikan yang tepat mampu meningkatkan perekonomian daerah.
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Mardani Ali Sera mengemukakan pentingnya menggagas serta memberdayakan kebijakan ekonomi hijau dalam menghadapi dampak pandemi dan ke depannya.
Pemerintah Indonesia mengajak negara-negara Asia untuk memulihkan ekonomi melalui sektor pariwisata yang bersifat inklusif dan berkelanjutan, demikian disampaikan dalam keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri RI yang diterima di Jakarta, Rabu.
Sekda Kalteng Fahrizal Fitri mengatakan saat ini bahwa pemerintah Kalteng telah membuka tempat wisata dengan tujuan untuk mengerakkan ekonomi masyarakat.
Di masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang telah beberapa bulan terakhir menghantui Indonesia, menyebabkan pembangunan dalam segala bidang terhambat, bahkan terpuruk. Salah satunya yakni dalam pembangunan ekonomi.