Gelombang Tinggi Sebagian Nelayan Pantai Lunci Libur Melaut
Sebagian nelayan di Kecamatan Pantai Lunci, Kabupaten Sukamara memilih menghentikan aktivitas menangkap ikan, hal tersebut karena kondisi laut yang kurang bersahabat.
Tag
Sebagian nelayan di Kecamatan Pantai Lunci, Kabupaten Sukamara memilih menghentikan aktivitas menangkap ikan, hal tersebut karena kondisi laut yang kurang bersahabat.
Para nelayan di Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terpaksa tidak bisa mencari ikan di laut. Hal itu karena ombak sedang tinggi di musik kemarau ini.
Kasat Polair Iptu Afif Hasan mewakili Kapolres Seruyan AKBP Ramon Z Ginting mengimbau agar nelayan tidak melaut saat kondisi gelombang sedang tinggi.
Dikawatirkan akibat gelombang yang tinggi dapat menghamtan kapal nelayan hingga membahayakan nyawa nelayan itu sendiri
Para nelayan di Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan diminta tetap waspada terhadap pengaruh cuaca dan gelombang di kawasan laut Jawa. Saat ini saja, ketinggian gelombang sudah mencapai 3 meter.
Plt Kepala Kantor Unit Penyelanggara Pelabuhan Kelas III Kuala Pembuang Abdullah mengingatkan agar perahu nelayan berukuran kecil memperhatikan cuaca ketika ingin pergi melaut.
Kondisi musim angin Barat menyebabkan cuaca bisa berubah secara tiba-tiba, sehingga kapal bertonase kecil seperti kapal kayu dilarang berlayar dari kawasan Kuala Pembuang ke Laut Jawa.
Kondisi ombak besar harus diwaspadai. Apalagi dari pantauan BMKG tinggi gelombang di laut Jawa berkisar antara satu meter hingga tiga meter, sehingga sangat rawan bagi pelayaran, terutama kapal kecil
KSOP juga mengeluarkan peringatan kewaspadaan akan cuaca buruk
Adanya ombak besar di laut Jawa hingga membuat KM Kirana I tujuan Semarang harus mutar haluan ke Pelabuhan Sampit kembali. Sehingga sebanyak 220 penumpang gagal berangkat ke tujuan mereka. Namun Dharma Lautan Utama (DLU) sudah mengembalikan biaya tiket yang mereka beli.
Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sampit Thomas Chandra, mengapresiasi keputusan nehkoda KM Kirana I untuk putar haluan ke Pelabuhan Sampit, demi keselamatan para penumpang.
Dihantam ombak besar setinggi 3 meter saat berlayar menuju Semarang, KM Kirana I, akhirnya harus putar haluan kembali ke Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Hal itu dilakukan guna menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan.
Bupati Sukamara Windu Subagio mengingatkan para nelayan supaya lebih memperhatikan keamanan dan keselamatan saat pergi melaut.
Anjuran ini dilakukan guna menghindari datangnya cuaca buruk yang tidak bisa diprediksi, sehingga bisa berakibat fatal bagi nelayan
BMKG Pangkalan Bun memprediksi gelombang tinggi akan melanda Laut Jawa dan perairan selatan Kalimantan. Ketinggian gelombang berkisar 1 meter hingga 2,5 meter.
Wisatawan dan masyarakat diminta berhati-hati saat liburan ke sejumlah pantai di Kalimantan Tengah (Kalteng). Ini karena sekarang kondisi cuaca sedang tidak kondusif.
BORNEONEWS, Pangkalan Bun- Sejumlah rumah warga di Desa Keraya, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), diterjang air laut. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (23/12/2018). Berdasarkan…
Pengguna transportasi air dan nelayan di Kabupaten Seruyan diimbau mewaspadai terhadap setiap perubahan cuaca yang akhir-akhir ini tidak menentu.
Dampak gelombang tinggi di kawasan laut Jawa, Seruyan menyebabkan pasokan ikan laut di Kuala Pembuang menjadi berkurang. Kondisi ini menyebabkan harga ikan tambak tiba-tiba naik hingga Rp 10 per kilogram.
Angin yang kencang dan gelombang laut Jawa yang tinggi di perairan Selatan Seruyan yang terjadi beberapa pekan terakhir membuat para nelayan di pesisir pantai kabupaten Seruyan memilih mengangkat alat tangkap ikan dari laut seperti jaring.