Analis: Sektor CPO Positif Untuk Jangka Panjang
Dalam beberapa bulan ke depan, sektor minyak sawit (CPO) masih dibayangi oleh peningkatan produksi kedelai dari Argentina dan belum redanya perang dagang antara China dan AS.
Tag
Dalam beberapa bulan ke depan, sektor minyak sawit (CPO) masih dibayangi oleh peningkatan produksi kedelai dari Argentina dan belum redanya perang dagang antara China dan AS.
Dalam dua sesi perdagangan pekan ini, harga minyak sawit mentah (CPO) mengalami tekanan hingga menyentuh level terendah dalam sebulan. Namun harga sempat menguat pada Selasa (11/6/2019).
Saat ini harga minyak sawit mentah (CPO) terus tertekan oleh beragam faktor hingga menyentuh level terendah sejak 14 Mei 2019.
Proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia yang dipangkas oleh Bank Dunia dan IMF juga turut mempengaruhi pergerakan harga komoditas, termasuk minyak sawit mentah (CPO).
Harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka di Bursa Malaysia Derivatives diperkirakan melemah dengan kisaran antara RM1.900 dan RM1.950 per ton pekan ini.
Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telah menetapkan referensi harga produk minyak sawit mentah (CPO) untuk penetapan Bea Keluar (BK) periode Juni 2019 sebesar US$547,17 per ton.
Menjelang libur akhir pekan dan libur panjang Lebaran, sentimen positif terpancar di pasar komoditas, khususnya untuk minyak kelapa sawit mentah (CPO) berjangka.
Harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka pada perdagangan Kamis (23/5/2019) masih dibayangi oleh tingginya output, sehingga berpotensi menekan harga komoditas ini.
Meski pada perdagangan Jumat (17/5/2019) harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka melemah, tapi ada peluang menguat lagi menuju level RM2.144 per ton.
BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka diprediksi menguat menuju level RM2.091 per ton, setelah berhasil menembus resistance di RM2.034 per ton. Menurut analis teknikal…
Di tengah tren perlambatan gerak harga minyak sawit mentah (CPO) saat ini yang berada di bawah RM2.000 per ton, muncul hsrapan harga akan menguat dalam jangka pendek.
Jatuhnya harga minyak sawit mentah (CPO) yang kini di bawah RM2.000 per ton jelas memukul kinerja perusahaan perkebunan kelapa sawit serta petani sawit.
Ada harapan harga minyak sawit menguat dalam dua bulan ke depan seiring dengan turunnya stok minyak sawit.
Ekspektasi bakal pulihnya hubungan dagang antara Amerika Serikat dengan China telah memberikan sentimen positif bagi pasar komoditas medio pekan ini.
Pergerakan harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka diperkirakan masih melambat dengan kecenderungan menurun. Belum meredanya ketegangan dagang antara AS dengan China menjadi salah satu pemicunya.
Harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka di Bursa Malaysia Derivatives diperkirakan bergerak dalam kisaran sempit antara RM2.050 dan RM2.150 per ton pekan ini.
Kejatuhan harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka akgir pekan lalu jatuh 1 persen, yang merupakan kejatuhan terdalam selama sepekan.
Pergerakan harga minyak sawit mentah (CPO) diprediksi masih akan gonjang-ganjing seiring beragamnya sentimen yang diterima pasar pada awal pekan ini.
Akan ada lebih banyak yang bisa mendukung penguatan harga minyak sawit mentah (CPO) setelah China setuju untuk menambah impor komoditas ini dari Malaysia.
Pergerakan positif harga minyak sawit mentah (CPO) tak jua menguat setelah pada perdagangan Kamis (25/4/2019) kembali melemah akibat tekanan dari turunnya harga kedelai di AS.