Kenaikan Harga Minyak Mentah Sentimen Positif Bagi CPO
Harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka diperkirakan akan kembali melanjutkan penguatannya berkat dorongan kenaikan harga minyak mentah dunia.
Tag
Harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka diperkirakan akan kembali melanjutkan penguatannya berkat dorongan kenaikan harga minyak mentah dunia.
Berlimpahnya pasokan minyak sawit mentah (CPO) telah menyeret harga jual CPO ke level terendah sejak 2015, tapi prospek saham berbasis perkebunan masih cukup cerah untuk jangka panjang.
Harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka diperkirakan bergerak di sekitar level resistance di RM1.996 per ton, dan kemudian menguji kembali support di RM1.972.
Meski harga minyak sawit mentah (CPO) terus menurun belakangan ini, tapi analis Alam Lim dari MIDF Research masih mempertahankan proyeksi harga rata-rata sebesar RM2.400 per ton untuk 2018.
Tren pelemahan yang terjadi pada harga minyak sawit mentah (CPO) tak hanya menjadi perhatian dua negara produsen minyak sawit terbesar dunia, yakni Indonesia dan Malaysia, tapi juga oleh Thailand sebagai penghasil komoditas ini di kawasan ASEAN.
Sejumlah analis masih mengkhawatirkan tingginya stok minyak di Malaysia, yang naik hingga 8 persen secara bulanan menjadi 2,72 juta ton pada Oktober.
Turunnya permintaan minyak sawit dunia belakangan ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, terutama melemahnya nilai tukar rupee India terhadap dolar AS.
Harga minyak sawit mentah (CPO) terus merosot, tertekan oleh meningkatnya stok dan produksi serta melambatnya ekspor. Untuk itu, sejumlah analis memperingatkan para pelaku industri perkebunan akan mengalami tekanan kinerja memasuki kuartal IV tahun ini.
Harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka di bursa Malaysia diperkirakan masih lesu seiring dengan merebaknya sentimen negatif di pasar, pekan ini
Harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka pada perdagangan awal pekan ini diperkirakan melanjutkan pelemahannya, karena secara teknikal CPO sudah memasuki zona jenuh jual.
Tren pelemahan harga CPO berpotensi masih berlanjut di hari terakhir perdagangan pekan ini (9/11/2018) setelah kemarin berakhir melemah 1,1% di level RM2.088 per ton.
Harga minyak sawit mentah (CPO) berpotensi melanjutkan pelemahannya pada perdagangan Kamis (8/11/2018) setelah kemarin ditutup turun 0,1% di level RM2.111 per ton.
Harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka kemungkinan akan menguji level support di RM2.099 per ton, dan bila tembus di bawah level tersebut bisa memicu pelemahan menuju RM2.075.
BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Harga CPO bergerak melemah pada perdagangan Rabu (7/11/2018) untuk menyentuh level terendah tiga tahun karena mengikuti pergerakan harga minyak nabati lainnya dan harga…
Harga minyak sawit mentah (CPO) berpeluang masih dalam tekanan turun pada Selasa (6/11/2018) di tengah ekspektasi tingginya cadangan minyak sawit pada Oktober dan melemahnya harga minyak mentah dunia/
Pergerakan harga minyak sawit (CPO) sepertinya masih akan melemah hingga akhir tahun ini akibat sejumlah sentimen negatif yang beredar di pasar.
Tren pelemahan harga minyak sawit mentah (CPO) belakangan ini diharapkan dapat teratasi setelah India memangkas bea masuk untuk komoditas ini tahun depan.
Harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka berpotensi melonjak ke kisaran level resistance RM2.202 per ton dan kemudian mulai kembali memasuki tren pelemahan dari RM2.265.
Harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka ada peluang bergerak naik ke level support RM2.138 per ton pekan ini.
Pelemahan harga Crude Palm Oil (CPO) global masih menjadi tantangan bagi emiten sawit nasional, termasuk PT PP London Sumatra Indonesia Tbk.