Analis: Harga CPO Potensi Tembus Level Support 2.219
Harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka berpotensi menembus level support di RM2.219 per ton, dan jatuh lagi ke level support berikutnya di RM2.199.
Tag
Harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka berpotensi menembus level support di RM2.219 per ton, dan jatuh lagi ke level support berikutnya di RM2.199.
Pelemahan ringgit Malaysia telah membantu laju positif harga minyak sawit mentah (CPO) pada perdagangan awal pekan ini.
Penurunan harga minyak sawit mentah (CPO) membuat kinerja PT PP London Sumatra Indonesia Tbk pada tahun ini melamban.
Harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka dapat terkoreksi kembali ke kisaran RM2.214 - RM2.228 per ton, sebelum menguji resistansi kuat pada RM2.251.
Minyak sawit diperkirakan bergerak di kisaran RM2.214-2.228 per ton, sebelum menguji kembali level resistance di RM2.251.
Malaysia mengumumkan untuk mempertahankan bea keluar atas minyak sawit mentah (CPO) untuk periode November di angka nol persen. Kondisi ini tentu disambut positif pelaku industri sawit karena akan mendongkrak kinerja ekspor.
Harga acuan minyak sawit berjangka (CPO) berakhir menguat tajam, Jumat (12/10/2018), yang merupakan gerakan rebound setelah melemah dalam dua sesi terakhir.
Meningkatnya produksi minyak sawit di Indonesia dan Malaysia pada September 2018 jelas memberikan tekanan terhadap harga komoditas ini. Namun jika permintaan ekspor dan konsumsi domestik stabil atau meningkat, maka tekanan terhadap harga CPO akan mereda.
Sejumlah analis memberikan proyeksi yang melemahkan harga minyak sawit mentah (CPO). Akibat menumpuknya stok minyak sawit di Indonesia dan Malaysia, harga CPO diperkirakan bergerak turun ke kisaran RM2.162-2.171 per ton.
Harga CPO berpeluang melanjutkan pelemahannya pada Kamis (11/10/2018) pasca ditutup turun 0,5% di level RM 2.193 sehari sebelumnya di tengah berita melonjaknya cadangan minyak sawit Malaysia untuk September ke level tertinggi dalam delapan bulan.
Pelemahan harga CPO pada Senin (8/10/2018) yang berakhir turun 1,6% di level RM 2.185 per ton, berpotensi berlanjut pada Selasa (9/10/2018).
Pasca menguat selama tiga sesi terakhir, harga CPO berpotensi terkoreksi pada Senin (8/10/2018) karena kekhawatiran pasar terhadap tingginya produksi Malaysia.
Harga minyak sawit mentah (CPO) diperkirakan akan bergerak positif berkat stok minyak sawit yang cenderung mendatar pada akhir September.
Masalah penumpukan stok minyak sawit di Malaysia masih akan menjadi sentimen negatif bagi pergerakan harga komoditas itu, meski pelemahan nilai tukar ringgit diperkirakan mampu menahan pelemahan lebih dalam.
Memasuki perdagangan akhir pekan ini, harga minyak sawit mentah (CPO) kemungkinan masih dipayungi sentimen negatif, terutama meningkatnya stok minyak sawit di Malaysia dan Indonesia.
Ada berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk mendongkrak harga minyak sawit mentah (CPO), seperti menggenjot ekspor untuk mengikis stok yang melimpah dan juga menerapkan kebijakan mandatori program biodiesel B20.
Harga minyak sawit mentah (CPO) masih dirundung sentimen negatif dan terbebani kekhawatiran meningkatnya produksi dan persediaan, di tengah penurunan permintaan.
Harga minyak sawit mentah (CPO) terkoreksi turun ke kisaran 2.157 ringgit per ton pada perdagangan Selasa (25/9/2018), dibandingkan penutupan Senin di level 2.163 ringgit per ton.
Pada perdagangan akhir pekan ini, ada beberapa faktor yang kemungkinan dapat mempengaruhi pergerakan harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka Malaysia dan Indonesia serta pasar minyak nabati lainnya.
Dalam empat hingga enam bulan ke depan, harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka di Bursa Malaysia Derivative akan naik ke kisaran RM2.400 hingga RM2.600 per ton.