Harga Minyak Turun Meski Persediaan AS Turun
Harga minyak turun pada Rabu, bahkan setelah data menunjukkan penurunan stok minyak mentah Amerika Serikat (AS).
Tag
Harga minyak turun pada Rabu, bahkan setelah data menunjukkan penurunan stok minyak mentah Amerika Serikat (AS).
Harga minyak naik tipis pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), dengan patokan global Brent membukukan kenaikan bulanan keempat, karena permintaan tumbuh lebih cepat dari pasokan dan vaksinasi diperkirakan akan mengurangi dampak kebangkitan infeksi COVID-19 di seluruh dunia.
Harga minyak mentah melonjak sekitar dua persen lebih per barel pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), memperpanjang kenaikan yang dibuat dalam tiga sesi sebelumnya di tengah ekspektasi pasokan yang lebih ketat sepanjang 2021 karena ekonomi pulih dari krisis Virus Corona.
Harga minyak melonjak pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), memperpanjang kenaikan untuk hari kedua berturut-turut, meskipun setelah data menunjukkan terjadi kenaikan tak terduga dalam persediaan minyak mentah AS.
Minyak mentah berjangka?rebound?pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena pelaku pasar berlomba untuk mengambil manfaat dari harga yang telah terdiskon ke level terendah dua bulan yang disentuh pada sesi sebelumnya.
Harga minyak merosot sekitar lima dolar AS per barel pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), setelah kesepakatan OPEC+ untuk meningkatkan produksi memicu kekhawatiran kelebihan pasokan di tengah meningkatnya infeksi COVID-19 dari varian Delta yang lebih menular mengancam permintaan.
Harga minyak lebih tinggi pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), berbalik menguat dari penurunan dua hari beruntun setelah data menunjukkan penurunan besar dalam persediaan minyak mentah dan bahan bakar minyak di Amerika Serikat.
Harga minyak jatuh lebih dari satu dolar AS per barel pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB) dalam sesi perdagangan yang maju-mundur, karena kegagalan negara-negara penghasil minyak utama mencapai kesepakatan mengenai kebijakan produksi memicu kekhawatiran atas ketidakpastian.
Harga minyak turun tajam pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), dalam sesi yang bergejolak setelah para produsen OPEC membatalkan pertemuan ketika para pemain utama tidak dapat mencapai kesepakatan untuk meningkatkan pasokan.
Harga minyak mentah sedikit lebih rendah pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), menyerahkan beberapa keuntungan yang dicetak di sesi sebelumnya, setelah Brent sempat naik di atas 75 dolar AS per barel untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun karena OPEC+ membahas peningkatan produksi minyak mereka.
Minyak menguat pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), dengan Brent sempat menyentuh 72 dolar AS per barel untuk pertama kalinya sejak 2019, karena disiplin pasokan OPEC+ dan pemulihan permintaan mampu mengatasi kekhawatiran tentang peluncuran vaksinasi COVID-19 yang tidak merata di seluruh dunia.
Harga minyak naik tipis pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena meningkatnya permintaan dari mendekatnya musim mengemudi musim panas di belahan bumi utara.
Harga minyak naik lebih dari tiga persen pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena lonjakan permintaan yang dipicu oleh dorongan vaksinasi COVID-19 memberi para pedagang optimisme bahwa pasar dapat menyerap minyak Iran yang akan datang ke pasar jika pembicaraan Barat dengan Teheran mengarah pada pencabutan sanksi.
Minyak turun pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), tergelincir dari level tertinggi dua bulan setelah laporan media mengatakan Amerika Serikat dan Iran telah membuat kemajuan dalam menghidupkan kembali kesepakatan yang membatasi pengembangan senjata nuklir negara anggota?OPEC itu, yang akan meningkatkan pasokan minyak mentah.
Harga minyak naik lebih dari satu persen pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), terangkat oleh pembukaan kembali ekonomi Eropa dan meningkatnya permintaan AS setelah harga turun di awal sesi karena melonjaknya kasus virus corona di Asia dan data manufaktur China yang mengecewakan.
Harga minyak anjlok sekitar persen pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), ketika krisis virus corona India semakin dalam dan jaringan pipa bahan bakar utama AS kembali beroperasi, menghentikan reli yang telah mengangkat minyak mentah ke level tertinggi delapan minggu setelah perkiraan?rebound?untuk permintaan global tahun ini.
Harga minyak melonjak lebih dari dua dolar per barel pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), setelah pertemuan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang secara kolektif dikenal sebagai OPEC+ mencapai kesepakatan untuk secara bertahap memangkas pengurangan produksi mulai Mei.
Harga minyak jatuh sekitar dua persen pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), karena penguncian baru di Eropa memicu kekhawatiran konsumsi bahan bakar serta prospek permintaan pesimis dari OPEC dan sekutunya menjelang pertemuan mereka untuk memutuskan pembatasan produksi.
Harga minyak jatuh lebih dari satu persen pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), setelah Terusan Suez dibuka kembali untuk lalu lintas dan dolar AS menguat saat para investor berhati-hati menjelang pertemuan penting oleh produsen minyak utama OPEC+.
Harga minyak bergerak sedikit lebih tinggi pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), menjelang pertemuan penting produsen-produsen minyak utama OPEC+ dan setelah Rusia dilaporkan akan mendukung produksi minyak yang stabil dalam pertemuan mereka pekan ini.