Iran Ragukan Independensi Dirjen IAEA Jika Terpilih Jadi Sekjen PBB
Grossi mengatakan dalam sebuah wawancara dengan RIA Novosti bahwa?jika dipilih sebagai sekjen?PBB, maka dia akan bertindak secara independen dan berpegang pada Piagam PBB.
Tag
Grossi mengatakan dalam sebuah wawancara dengan RIA Novosti bahwa?jika dipilih sebagai sekjen?PBB, maka dia akan bertindak secara independen dan berpegang pada Piagam PBB.
BORNEONEWS, Istanbul - Iran memperingatkan perjalanan udara di kawasan tersebut dapat terganggu jika maskapai penerbangan Iran terus dilarang mengakses penerbangan dan layanan bandara. Iran tidak…
Kementerian Luar Negeri Iran mengumumkan bahwa Teheran akan menggelar pertemuan di Oman,Senin, yang melibatkan Irak dan negara-negara Teluk Persia untuk membahas jalur aman bagi pelayaran komersial di Selat Hormuz.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei mengatakan zona tersebut akan dimulai dari garis blokade Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dan membentang ke sejumlah wilayah di Teluk, menurut laporan televisi pemerintah Iran Press TV.
Pezeshkian menyampaikan pernyataan tersebut dalam pertemuan selama tiga jam di Bank Sentral Iran, Teheran, bersama Menteri Ekonomi Ali Madanizadeh, Gubernur Bank Sentral Abdolnaser Hemmati, dan sejumlah ekonom, Selasa.
Presiden Iran menyampaikan kekhawatiran pemerintahannya dalam pertemuan tersebut.
Pada 18 Juni, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri konflik yang sudah berlangsung sejak 28 Februari.
Berdasarkan kesepakatan yang tengah dibahas, kapal-kapal yang memasuki Teluk akan melintas melalui jalur pelayaran yang berada di bawah kendali Iran dan dekat dengan pantainya. Sementara itu, kapal yang keluar dari Teluk akan menggunakan jalur yang berada di dekat Oman.
Dalam wawancara bersama televisi nasional Iran, Senin, penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran Mohsen Rezari mengatakan bahwa militer Iran sudah menyelesaikan persiapan serangan sebelum operasi tersebut disetop.
Laporan CBS News menyebut adanya diskusi agar operasi tersebut diselesaikan sebelum pasar saham dibuka lagi pada Senin, mengingat kekhawatiran atas dampak serangan terhadap perekonomian, walaupun tidak ada tenggat yang ditetapkan.
Kemudian, menurut laporan Wall Street?Journal, Minggu (19/7), AS sedang mengerahkan lagj?pesawat tempur dan pesawat pengisi bahan bakar tambahan?dari Eropa ke Timur Tengah.
Menurutnya, sejumlah drone MQ-9 Reaper dan gudang senjata serta suku cadang hancur akibat serangan tersebut.
Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dalam pernyataannya mengatakan pasukan AS mendorong sejumlah kapal melintasi jalur yang mereka sebut ilegal di perairan strategis tersebut.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan konsekuensi bencana jika permusuhan antara AS dan Iran kembali terjadi, menurut juru bicaranya, Stephane Dujarric.
Menanggapi serangan AS di wilayah selatan negaranya, militer Iran mengerahkan pesawat nirawak (drone) untuk menggempur sistem pertahanan udara Patriot, sebuah gudang amunisi, serta fasilitas radar militer AS di Kuwait.
Dalam pernyataan di media Sepah News pada Minggu, IRGC mengatakan Angkatan Udaranya telah meluncurkan "serangan berat dan mengejutkan" kepada "pusat dukungan logistik bagi Angkatan Laut dan platform pengisian bahan bakar kapal induk AS di Pelabuhan Duqm, Oman".
Dia mengatakan bahwa badan-badan global tetap diam sementara Israel secara terbuka berbicara tentang pembunuhan dan serangan yang ditargetkan.
Dalam pernyataan yang dimuat oleh kantor berita semi-resmi Fars, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya mengatakan bahwa kehadiran jet tempur dan drone AS di atas Selat Hormuz telah menyebabkan ketidakamanan di jalur air ini dan akan mengancam keamanan regional.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan pembahasan di Doha akan difokuskan pada pelaksanaan sejumlah ketentuan dalam nota kesepahaman tersebut, sebagaimana dilaporkan lembaga penyiar resmi Iran, IRIB, pada Selasa.
IRGC menyatakan operasi tersebut dilakukan bersama pasukan laut dan udara. Sasaran serangan meliputi delapan fasilitas militer AS di Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait serta fasilitas yang terkait dengan Armada Kelima AS di Bahrain.