CPO Potensi Jadi Isu Perang Dagang UE dengan Produsen Sawit
Minyak sawit (CPO) kini muncul sebagai isu panas yang akan 'membakar' hubungan dagang antara sejumlah negara produsen komoditas itu dengan Uni Eropa (UE).
Tag
Minyak sawit (CPO) kini muncul sebagai isu panas yang akan 'membakar' hubungan dagang antara sejumlah negara produsen komoditas itu dengan Uni Eropa (UE).
Masa depan minyak sawit kian suram di kawasan Uni Eropa setelah Benua Biru itu kembali mengeluarkan kebijakan yang merugikan industri sawit negara berkembang.
Indonesia menegaskan tidak akan menerima rencana Uni Eropa (UE) untuk membatasi penggunaan minyak sawit karena dinilai sebagai pemicu deforestasi.
Uni Eropa (UE) saat ini tengah mengupayakan untuk memasukkan pasal tentang kriteria deforestasi dalam undang-undang terbaru yang mendefinisikan minyak sawit sebagai komoditas berisiko tinggi terhadap lingkungan0
Para pemangku kepentingan di industri sawit Malaysia sangat mendukung niat pemerintahan mereka untuk membalas beberapa negara Uni Eropa (UE) yang akan melarang pemakaian minyak sawit untuk biodiesel.
BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Malaysia mendesak artikel bertajuk “The Palm Oil Industry and Non-Communicable Diseases” yang diterbitkan dalam World Health Organisation (WHO) Bulletin untuk ditarik…
Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) mengapresiasi langkah Pemerintah Indonesia untuk melawan kebijakan diskriminatif Uni Eropa (UE) terhadap minyak sawit dalam perdagangan.
Berbagai kampanye hitam terhadap minyak sawit selalu didasarkan pada klaim meluasnya deforestasi. Padahal data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menunjukkan fakta yang berbeda.
Di Inngris ada jaringan supermarket besar bernama Iceland yang giat menentang produk makanan berbasis sawit, yang dinilai akan mengganggu reputasi Inggris.
Anjloknya harga sawit karena perang dagang di pasaran, sehingga muncul kampanye hitam mengenai hasil CPO dari Indonesia yang berdampak turunya harga sawit di pasaran
Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya meminta pemerintah menjaga petani dari aksi kampanya hitam sehingga berdampak anjloknya harga sawit.
Enam rekomendasi ini isampaikan di hadapan ratusam massa yang menolak kampanye hiram sawit, perwakilan pemerintah daerah, DPRD, TNI hingga Polri
Akibat kampanye hitam sawit, sejumlah produsen besar Eropa seperti produk kesehatan hingga makanan ringan tidak lagi menerima ekspor CPO dari Indonesia sebagai bahan baku utama.
Mereka menyebut, akibat kampanye hitam Greenpeace yang menyebutkan kegiatan sawit merusak hutan membuat harga sawit anjlok dan tidak diterima Eropa. Tidak hanya itu, mereka menyebutkan ini karena persaingan usaha.
Mereka ingin menemui wakil rakyat mendesak agar harga sawit bisa stabil kembali pasca anjlok karena kampanye hitam yang mereka sebut akibat ulah oknum LSM Luar.
Aktivis di Kabupaten Kotawaringin Timur, Gahara, meminta aksi boikot sawit Indonesia harus dihentikan karena berdampak terhadap kalangan masyarakat kecil yakni petani.
Sekitar 200 orang yang tergabung dalam lembaga swadaya masyarakat dan petani sawit di Kabupaten Kotawaringin Timur bakal menggelar demo.
Bupati Katingan Sakariyas menyatakan rasa keprihatinannya dengan merosotnya harga tandan buah segar (TBS) sawit.
Petani di Kapuas prihatin karena harga tandan buah segar (TBS) sawit sudah beberapa tahun terakhir ini tidak juga kunjung mengalami kenaikan.
Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kalimantan Tengah (Kalteng) Karyadi mengatakan, kampanye anti sawit terjadi sejak tahun 2000-an.