Kebakaran Lahan di Guntung Manggis Banjarbaru Hanguskan Bangunan
Informasi awal menyebutkan bangunan yang terbakar merupakan bangunan tunggal. Api terlihat menyala di tengah lahan yang telah terdampak kebakaran.
Tag
Informasi awal menyebutkan bangunan yang terbakar merupakan bangunan tunggal. Api terlihat menyala di tengah lahan yang telah terdampak kebakaran.
Informasi tersebut beredar melalui sebuah video yang memperlihatkan kobaran api di sekitar kawasan grasstrack. Dalam video itu disebutkan kebakaran terjadi di area lapangan grasstrack Sirkuit Sahati.
Informasi mengenai kebakaran pertama kali disampaikan warga sekitar pukul 15.00 WIB. Saat laporan awal diterima, api disebut sudah menyala cukup hebat dan membakar vegetasi semak kering di kawasan tersebut.
Dari informasi yang didapat, kebakaran lahan ini telah terjadi pada hari Kamis, 3 September 2026 kemarin hingga saat ini, upaya pemadaman dilakukan dari darat dan dua helikopter dikerahkan.
Kebakaran tersebut diperkirakan telah menghanguskan sekitar 15 hektare lahan milik masyarakat. Upaya pemadaman menghadapi sejumlah kendala, salah satunya sulitnya akses mendapatkan sumber air di lokasi.
Kondisi angin dan material yang mudah terbakar di sekitar lokasi berpotensi mempercepat penyebaran api dari lahan menuju bangunan.
Selama periode tersebut, tercatat 325 kali kejadian karhutla dengan total luasan lahan dan hutan terbakar mencapai 422,91 hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 17.30 WIB setelah operasi gabungan lintas instansi berlangsung selama berjam-jam di medan gambut yang sulit ditaklukkan.
Camat Kahayan Hilir, Endra Setiawan, mengungkapkan berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kondisi cuaca yang panas disertai angin membuat api cepat meluas.
"Hampir saja menyebar ke arah sana (permukiman) karena angin,"
Lokasi kebakaran di Jalan Jenderal Sudirman Km 23 menjadi salah satu dari 11 titik karhutla yang menerjang Kotim pada hari yang sama. Tim pemadam bekerja hingga pukul 20.30 WIB sebelum akhirnya memutuskan mundur dan melanjutkan operasi pemadaman pada hari berikutnya.
Kobaran api dengan cepat menghanguskan semak belukar serta pepohonan di sekitar lokasi. Angin kencang di lokasi mempercepat perambatan api hingga meluluhlantakkan konstruksi bangunan kayu di area tersebut. Asap membubung tinggi dan memperburuk pandangan di area pemukiman sekitarnya.
Fairid mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif mencegah terjadinya karhutla. Menurutnya, upaya pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah api meluas.
Tim gabungan dari relawan, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta instansi terkait langsung melakukan upaya pemadaman. Sebuah mobil tangki air milik Kementerian Pekerjaan Umum (PU) diterjunkan untuk menyuplai kebutuhan air karena sumber air di sekitar lokasi sangat terbatas.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kapuas,?Pangeran S. Pandiangan, mengatakan pihaknya langsung menindaklanjuti setiap laporan karhutla yang masuk untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus mencegah api berkembang menjadi lebih besar.
Asap dari lokasi kebakaran bahkan dilaporkan dapat terlihat dari wilayah Kuala Kapuas. Kondisi tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran masyarakat karena titik api diduga terus meluas di tengah cuaca kering yang melanda wilayah Kapuas dalam beberapa hari terakhir.
Imbauan ini diberikan menyusul meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat menurunnya intensitas hujan, yang menjadi indikator memasuki musim kemarau. Potensi karhutla cukup tinggi di Kotawaringin Timur karena luasnya area gambut yang cepat mengering saat kemarau dan sulit dipadamkan karena api dapat membakar hingga ke dalam tanah.
"Setelah operasional pemadaman dengan status dinyatakan aman dan tidak berpotensi terjadi lagi perambatan api, Petugas mengakhiri operasional pemadaman dan berkemas untuk kembali ke Markas Komando Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan untuk melanjutkan tugas selanjutnya,"
BPBD menerima dua laporan kebakaran lahan, yakni di Jalan Ir Soekarno Kelurahan Baamang Tengah Kecamatan Baamang dan di kawasan Desa Bengkuang Makmur, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Pemadaman dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kobar bersama Polsek Kotawaringin Lama, Masyarakat Peduli Api (MPA) Kotawaringin Lama, serta warga setempat.