Dokter: Sakit Perut Bisa Jadi Tanda Anak Alami Masalah Kecemasan
Dokter spesialis jiwa dari RSUD Tarakan Jakarta dr. Zulvia Oktanida Syarif, Sp.KJ mengatakan bahwa sakit perut ternyata bisa menjadi salah satu tanda anak mengalami masalah kecemasan.
Tag
Dokter spesialis jiwa dari RSUD Tarakan Jakarta dr. Zulvia Oktanida Syarif, Sp.KJ mengatakan bahwa sakit perut ternyata bisa menjadi salah satu tanda anak mengalami masalah kecemasan.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak memastikan seorang anak laki-laki kelas 6 SD berinisial A (13) di Cirebon, Jawa Barat, yang mengalami depresi karena ponselnya dijual sang ibu, mendapatkan pendampingan untuk proses pemulihan.
Psikolog klinis lulusan Universitas Indonesia Kasandra Putranto menyebut mempersiapkan anak untuk masuk sekolah setelah libur panjang harus dibangun ketahanan fisik yang dibentuk sejak dini.
Sebuah studi mengatakan anak perempuan terutamanya remaja, berpotensi enam kali lebih sering mengalami gangguan dismorfik tubuh atau yang lebih dikenal dengan Body Dysmorphic Disorder (BDD) yang dapat memberi dampak negatif pada kualitas hidup anak.
Dokter spesialis gizi klinik dari?Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) dr Tirta Prawita Sari, Sp.G.K, M.Sc, mengingatkan pentingnya asupan nutrisi yang cukup dan beragam pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK) anak.
Konsultan alergi imunologi lulusan Universitas Indonesia dr Molly Dumakuri Oktarina, SpA(K) menyebutkan ada sejumlah nutrisi yang memiliki efek langsung pada perkembangan otak anak yakni AA dan DHA.
Konsultan alergi imunologi yang tergabung dalam Ikatan Dokter Anak Indonesia dr Molly Dumakuri Oktarina, SpA(K) berpendapat demam seorang anak masih dianggap dalam batas normal apabila terjadi enam hingga delapan kali dalam setahun.
Perwakilan Ahli Gizi Puskesmas Kelurahan Sunter Jaya, Hilga Tiara Dewi, S.Gz, M.Si menjelaskan bahwa membuat bekal bergizi untuk anak tak harus dengan nasi.
Dokter Spesialis Anak dr. Kanya Ayu, Sp.A mengingatkan para orang tua mengenai pentingnya asupan?lemak bagi perkembangan otak anak yang sering kali diabaikan.
Para orang tua yang memiliki anak sering mengompol pada usia belasan tahun, mungkin harus menaruh perhatian lebih pada anaknya. Bisa jadi, anak tersebut mengalami kelainan saraf pada tulang belakang?yang menghambat tumbuh kembang anak tersebut.
Kepala BLUD UPT Puskesmas Pahandut dr Muhammad Rizal mengajak masyarakat Kota Palangka Raya, untuk mengenali empat tanda asupan gizi anak sudah baik.
Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) UPT Puskesmas Pahandut membagikan sebuah tips, menjaga gizi seimbang pada usia anak - anak dan usia remaja.
Dokter spesialis anak dr. Devie Kristiani mengatakan jika berat badan anak tidak naik dalam dua sampai tiga bulan atau yang disebut dengan?weight faltering, maka orangtua harus waspada pada penyakit yang tidak bergejala atau?silent disease.
Anak berkebutuhan khusus, yaitu anak yang mengalami keterbatasan atau pengecualian pada tingkat fisik, mental, intelektual, sosial atau emosional memiliki cara didik yang istimewa. Cara didik yang kurang sesuai memiliki efek yang mendalam pada proses pertumbuhan dan perkembangan.
Dokter spesialis kedokteran olahraga dr. Andi Kurniawan, SpKO mengatakan bahwa selain memenuhi asupan nutrisi, anak juga perlu dibiasakan beraktivitas fisik untuk mencegah terjadinya osteoporosis saat dia menginjak dewasa.
Psikolog Anak, Rose Mini Agoes Salim mengatakan stimulasi anak dengan bermain di luar ruangan sangat baik dan penting bagi perkembangannya.
BORNEONEWS, Pulang Pisau - Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan Pemberdyaan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AK2KB) Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) Ma’ruf Kurkhi,…
Seiring dengan perkembangan jaman, pola asuh anak pun ikut berubah. Apa yang dulu mudah untuk diterapkan, kini kemungkinan sudah tidak relevan lagi.
Orang tua ternyata perlu menantang anak dalam mengerjakan tugas atau tanggung jawabnya agar sisi eksploratif dan kemandirian sanga buah hati bisa terasah dengan optimal.
Psikolog anak dan remaja dari PION Clinician Katarina Ira Puspita, S.Psi., M.Psi mengatakan proses belajar harus menyenangkan dan tidak kaku agar anak-anak peserta didik mampu menyerap pelajaran dengan maksimal.