2018, Desa Teraliri Listrik di Kalteng Meningkat
Peningkatan paling tinggi terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur dengan jumlah 106 desa/kelurahan di 2014 menjadi 128 pada 2018 yang menikmati listrik PLN
Tag
Peningkatan paling tinggi terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur dengan jumlah 106 desa/kelurahan di 2014 menjadi 128 pada 2018 yang menikmati listrik PLN
Kadang alasan mereka masyarakat tidak mau, karena pohon atau tanam tumbuh warga tidak mau ditebang, sehingga dialihkan ke daerah lain. Inilah yang membuat ketertinggalan kita dalam pembangunan jaringan listrik
Sampai saat ini masyarakat Desa Batu Raya I dan Batu Raya II belum teraliri listri PLN
Pemkab Barito Utara optimistis, dengan dukungan anggaran APBN, khususnya untuk pembangunan infrastruktur jalan menuju objek vital nasional PLTMG Bangkanai, desa-desa yang saat ini belum menikmati aliran listrik PLN secara normal 24 jam akan berangsur-angsur terang benderang seperti desa lainnya.
Manajer PLN Rayon Sukamara Roylando P Siregar, mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih dalam tahap pasangan jaringan listrik di Desa Air Dua dan Jihing.
Bupati Sukamara Windu Sibagio mengimbau agar masyarakat desa mendukung upaya pemerintah dalam memberikan penerangan, salah satunya dengan mempermudah urusan lahan saat memasang tiang listrik.
Program masuk desa ini merupakan salah satu janji politik Windu Subagio dan wakilnya saat Pilkada 2018
Setelah peluncuran listrik 24 jam jalur Bangkanai di lima desa yakni Jaman, Pelari, Sangkorang, Siwau, dan Tongka, kini tinggal dua desa yang belum teraliri listrik.
Di balik kegembiraan Pemerintah Kabupaten Barito Utara karena memiliki pasokan listrik terbesar di Kalimantan Tengah, terdapat beban yang mesti ditanggung.
Pertama, masyarakat diminta memanfaatkan dengan arif akses listrik yang ada untuk berbagai upaya dan usaha di dalam meningkatkan pendapatan, taraf hidup dan kesejahteraan keluarga.
Saat ini hanya tinggal dua desa lagi yang belum teraliri listrik 24 jam yakni Desa Batu Raya I dan Batu Raya II. Selain itu jalur dari Sikui menuju Desa Kandui.
Kelima desa tersebut adalah Desa Jaman, Desa Pelari, Desa Sangkorang, Desa Siwau dan Desa Tongka.
Bupati Barito Utara Nadalsyah mengapresiasi sikap Rusliansyah, anggota BPD Lampeong II, yang telah menghibahkan tanah ukuran 40x40 meter persegi untuk pembangunan rumah diesel.
Sejak PLTMG Bangkanai dinyatakan beroperasi awal Maret 2017, beberapa desa dan kelurahan di Kecamatan Teweh Baru, Teweh Selatan, Lahei, Gunung Timang, teraliri listrik secara normal.
Sebagai salah satu kabupaten yang mempunyai sumber listrik besar, Pemkab Barito Utara konsisten memperjuangkan Bumi Iya Mulik Bengkan Turan bisa terang-benderang dan dapat menikmati listrik dari PLN selama 24 jam nonstop.
Tokoh masyarakat Gunung Purei, Kabupaten Barito Utara, menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan jaringan listrik di kecamatan itu.
Kepala PLN ULP Muara Teweh Permono Gunawan, mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi dari PLN Kuala Kapuas, proses pembangunan jaringan listrik di Kecamatan Gunung Purei baru dimulai pada 2019.
Pemkab Barito Utara menggelar rapat terkait listrik di Desa Lampeong, Kecamatan Gunung Purei.
Ada sembilan desa yang belum teraliri listrik. Memang rata-rata ada (mesin) tapi penggunaan dibatasi. Selain itu, biaya juga tinggi.
Sedangkan desa-desa yang belum mendapatkan jaringan listrik tujuh desa di bagian hulu Sungai Montallat.