Ini Video Penjelasan Korban Hilang di Gunung Muro
Bebagai suara aneh didengar oleh Indra Wijaya Arta Kesuma (30), korban hilang di Gunung Muro, Kecamatan tanah Siang Selatan, Kabupaten Murung Raya.
Tag
Bebagai suara aneh didengar oleh Indra Wijaya Arta Kesuma (30), korban hilang di Gunung Muro, Kecamatan tanah Siang Selatan, Kabupaten Murung Raya.
Indra Wijaya Arta Kesuma hilang selama seminggu di Gunung Muro, Kabupaten Murung Raya. Agar bisa bertahan hidup ia pun makan apa yang bisa dimakan di hutan belantara tersebut.
Bebagai cerita diutarakan Indra Wijaya Arta Kesuma selama seminggu hilang di Gunung Muro, mulai dari adanya suara lonceng, suara tertawa lelaki, dan suara hembusan nafas.
Kedatangan korban hilang di Gunung Muro, Indra Wijaya Arta Kesuma (30) di rumah pamannya disambut tangisan dari pihak keluarga, terutama ibu korban, Jumat, 7 Juni 2019.
Korban hilang di Gunung Muro, Kabupaten Murung Raya akhirnya ditemukan. Indra Wijaya Arta Kusuma sempat hilang misterius di hutan tersebut seminggu lamanya.
Pencarian sosok pemuda asal Palangka Raya, Indra Wijaya Arta Kesuma (30) yang hilang di Gunung Muro,Desa Muro, Kecamatan Tanah Siang Selatan sudah berlangsung selama 2 hari. Hilangnya pemuda itu diselimuti misteri.
BPBD pun meminta maaf kepada pihak keluarga korban. Pasalnya pencarian selajutnya akan dihentikan sementara, karena sudah mendekati Hari Raya Idul Fitri.
Korban merupakan salah seorang pecinta alam yang gemar mendaki gunung semasa kuliahnya. Kabarnya korban berniat ingin mendaki gunung di Kabupaten Murung Raya
Korban yang disebutkan bernama Jamri (48), dikabarkan hilang karena belum kembali dari melaut pada pukul 10.00 WIB atau jadwal korban biasanya sudah pulang ke rumah.
Upaya pencarian terhadap seorang nelayan bernama Mahlan, 71, yang dikabarkan hilang di perairan Sungai Kumai, 300 meter dari bibir pantai Tanjung Rema, Desa Kubu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Senin (1/4/2019), dihentikan akibat cuaca buruk.
Setelah dua malam dicari-cari karena pergi dari rumah tanpa tujuan, mbah Jamin yang terkadang pikun itu, ditemukan di pondok kebun kelapa sawit miliknya, berjarak sekitar 3 km dari rumahnya.
Mbah Jamin yang berusia 79 tahun terakhir kali terlihat berjalan sendirian menuju jalan makam.
Umak berasal dari Desa Buntus Sabon, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar) yang berkunjung ke Kota Palangka Raya.
Setelah tersebar informasi tentang hilangnya remaja berusia 16, beberapa warga Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, membantu melakukan pencarian. Usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil.
Dari pemeriksaan saksi saudara Yusep Bere (orang tua ivan), mereka memiliki keluarga yang beralamat di Bamban, Kabupaten Barito Kuala, bernama Fredus.
Sudah memasuki hari ke lima Stevanus Bau alias Ivan, Warga Desa Hanjak Maju eks Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Anjir Pulang Pisau hilang tanpa kabar.
Awalnya warga yang diduga hilang bernama Debeh atau Bapak Pran ini diinformasikan tenggelam di Sungai Katingan.
Iwan, teman Ladun sudah berusaha mencari, namun belum ketemu juga
Warga Desa Garong terus melakukan pencarian dengan masuk hutan di tempat dia mencari kayu
Wartawati Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Desi Wulandari, yang sempat tidak ada kabar setelah kejadian gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, akhirnya dinyatakan selamat setelah dirinya menghubungi keluarga dan pimpinan tempatnya bekerja.