Penanganan Abrasi Ujung Pandaran Perlu Dukungan Pemerintah Pusat
Penanganan abrasi secara komprehensif sangat dibutuhkan, apalagi pemerintah daerah telah membangun sejumlah fasilitas wisata baru untuk mengembangkan objek wisata tersebut.
Tag
Penanganan abrasi secara komprehensif sangat dibutuhkan, apalagi pemerintah daerah telah membangun sejumlah fasilitas wisata baru untuk mengembangkan objek wisata tersebut.
Sedangkan penghasilan parkiri di objek wisata sangatlah besar, terutama pada saat hari-hari besar atau libur panjang seperti hari raya Idul Fitri. Maka pendapatan akan mengalami peningkatan drastis.?
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur,?Dadang H Syamsu menyayangkan adanya pembuangan?sampah sembarangan di objek wisata Pantai Ujung Pandaran.
BORNEONEWS, Sampit - Camat Teluk Sampit Juliansyah, meminta dan mengimbau kepada wisatawan dan juga pedagang di Pantai Ujung Pandaran, Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten…
Diperkirakan pengunjung yang berwisata mencapai 10 ribu orang lebih. Dari H+1 hingga H+4 sekarang ini. Hal itu membuat seluruh vila milik pihak ketiga dipenuhi pengunjung.?
Sejak hari H lebaran Idulfitri Pantai Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, terus didatangi ribuan pengunjung. Ramainya kunjungan wisata ini menyisakan permasalahan bagi objek wisata andalan Kotim itu. Hampir sepanjang pesisir pantai banyak sampah berserakan di sana-sini.?
BORNEONEWS, Sampit - Meskipun saat ini sudah H+3 lebaran Idulfitri 1443 Hijriah, namun masyarakat masih banyak yang melaksanakan liburan bersama teman, kerabat, dan keluarganya. Seperti di objek…
Sementara itu Anton seorang pengunjung mengatakan tahun ini pengunjung sangat banyak, bahkan kata warga Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan MB Ketapang ini untuk sampai ke Ujung Pandaran mereka menempuh perjalanan hingga 3,5 jam
Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur, H Rudianur mendukung agar pengembangan pantai Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur menggandeng pihak ketiga.
Ina, warga Palangka Raya yang sempat mengunjungi pantai tersebut pada akhir pekan mengatakan, bahwa dirinya sangat nyaman saat berada di Pantai Ujung Pandaran. Dan hal itulah, ia bersama keluarga dan teman-teman sudah beberapa kali liburan ke pantai tersebut.
Dia menyebutkan pemerintah provinsi sangat mendukung untuk perkembangan pantai tersebut. Bahkan perhatian selama ini juga telah dilakukan, terutama program jalan menuju lokasi yang secara bertahap terus diperhatikan.
Sementara wisata susur Sungai Mentaya dan Ikon Jelawat pagi diperkirakan cerah. Namun saat siang hingga malam berpotensi terjadi hujan.
Pantai Ujung Pandaran, yang berada di Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), saat ini mulai dipadati wisatawan. Bahkan pengunjung yang datang diperkirakan sudah 1.000 lebih.?
Berdatangannya wisatawan yang berkunjung, di kawasan wisata Pantai Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit menghadirkan berkah tersendiri bagi pedagang. Para pedagang mengaku jualannya jadi lebih cepat laku.
Masyarakat di Kotawaringin Timur dan sekitar tak ingin menyia-nyiakan lampu hijau dari pemerintah untuk melakukan kunjungan wisata. Salah satunya ke tempat wisata Pantai Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit.?
Tempat wisata sengaja dibuka berdasarkan instruksi Menteri Dalam Negeri dan sebagai langkah untuk pemulihan ekonomi masyarakat di tengah pandemi Covid-19
Meskipun dibuka, namun tetap dengan pembatasan. Dalam artian tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kotim, bersama pihak pemerintah daerah dan juga kepolisin, akan menerapkan sejumlah aturan bagi para pengunjung
Makam atau Kubah Syekh Abu Hamid bin Syekh Haji Muhammad As'ad Al Banjari di Pantai Ujung Pandaran, Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dipindahkan ke lokasi yang lebih aman dari abrasi.?
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) belum bisa mengambil keputusan terkait penanganan kerusakan makam ulama di Pantai Ujung Pandaran, Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit akibat abrasi.
Beberapa tahun terakhir abrasi telah menimbulkan dampak buruk terhadap pantai yang berjarak sekitar 85 kilo meter dari pusat Kota Sampit Ibu Kota Kabupaten Kotawaringin Timur tersebut