Cinta Tak Direstui Orangtua, Dua Sejoli Buang Bayi
Polisi mengungkapkan motif dua sejoli, pria berinisial ADP (26) dan wanita LNW (19) yang tega membuang bayinya di Jalan Kemanggisan Utama Raya, Palmerah, Jakarta Barat, lantaran merasa malu.
Tag
Polisi mengungkapkan motif dua sejoli, pria berinisial ADP (26) dan wanita LNW (19) yang tega membuang bayinya di Jalan Kemanggisan Utama Raya, Palmerah, Jakarta Barat, lantaran merasa malu.
Polres Kotawaringin Timur (Kotim) telah berhasil mengamankan pelaku pembuangan bayi yang diduga hasil hubungan gelep di Kecamatan Mentaya Hulu.
Polres Kotawaringin Timur (Kotim) berhasil mengamakan pelaku pembuangan bayi yang ditemukan warga dalam kondisi sangat mengenaskan di Kecamatan Mentaya Hulu.
Kepolisian Resor (Polres) Kotawaringin Timur (Kotim) menyelidiki pelaku pembuangan bayi yang ditemukan di Sungai Mentaya Sampit, Jumat, 22 Maret 2024.
Warga yang berada di sekitaran Pusat Perbelanjaan Menytaya, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dihebohkan dengan penemuan jasad bayi yang mengapung?di Sungai Mentaya, Jumat, 22 Maret 2024.
Berdasarkan bukti -bukti?yang diperoleh,?Polres Lamandau?akhirnyb?menetapkan sepasang muda mudj?berinisial?A (20) dan H (19),?orangtua biologis bayi malang yang ditemukan tewas di Sungai Lamandau sebagai tersangka.
Anak telantar yang ditemukan warga di belakang SPBU Jalan Tjilik Riwut Km 8 Sampit akan mendapat terapi oleh psikolog.
Seorang anak perempuan berusia tiga tahun yang ditemukan warga di belakang Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan Ir. Soekarno Km 8, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kerap alami kekerasan yang dilakukan oleh ibu tirinya.
Kondisi bocah telantar yang ditemukan warga di belakang SPBU Jalan Tilik Riwut Km 8 Sampit pada Rabu, 1 November semakin membaik. Bahkan berat badannya naik 1 kilogram dari awal ditemukan.
Seorang ibu menduga bocah yang ditemukan di belakang SPBU Jalan Tilik Riwut Km 8, Sampit, merupakan anaknya yang hilang 2 tahun lalu.
Sampel dari jasad bayi dan terduga orang tua kandung bayi untuk bahan tes DNA telah dikirim ke laboratorium forensik milik Polda Jawa Timur, pekan lalu. Sebelum mendapat kepastian dari hasil tes DNA, jajaran Polres Lamandau belum berani menetapkan terduga pelaku sebagai tersangka.
Terduga pelaku berinisial H (19) kepada polisi mengaku jika bayi yang ditemukan warga Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Lamandau di aliran Sungai Lamandau tersebut dilahirkannya di jamban sebelum akhirnya terjatuh ke sungai.
Hingga saat ini Polres Lamandau belum menetapkan satupun tersangka terkait kasus penemuan jasad bayi di aliran Sungai Lamandau. Meski demikian dua orang terduga pelaku berinisial A (20), warga Desa Perigi Raya dan H (19), warga Desa Tanjung Beringin sudah diperiksa.
Sampai saat ini kami telah mengamankan?dua?orang terduga pelaku berinisial H?(19) dan A?(20).?Status mereka sudah dewasa dan sedang pacaran,?ungkap?Kapolres Lamandau,?AKBP Bronto Budiyono
Direktur RSUD Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur, Vinny Safari menghubungi Borneonews lewat sambungan telepon dan menyampaikan permintaan atas kejadian pengusiran yang dilakukan oleh oknum perawat di ruang Neonatal?Intensive Care Unit atau NICU RSUD Tamiang Layang, Minggu, 20 November 2022.
Banyak warga yang menyampaikan rasa empatinya dan ingin mengadopsi bayi berusia 2 hari dengan tali pusar yang masih utuh yang ditemukan dalam kardus di sebuah langgar di Kilometer 3 Kelurahan Tamiang Layang, Minggu, 20 November 2022.
Kapolres Barito Timur AKBP Viddy Dasmasela melalui Kanit PPA Satreskrim Polres Barito Timur Aiptu Mahmudi mengungkapkan, pihaknya masih terus menyelidiki orang tua dari bayi laki-laki berumur 2 hari yang ditemukan dalam kardus dan diletakkan di sebuah langgar di Kilometer 3 Kelurahan Tamiang Layang, Minggu, 20 November 2022.
Seorang bayi laki-laki dengan tali pusar yang masih utuh dan diletakkan dalam kardus ditemukan di sebuah langgar samping Rumah Makan Kalijo di Kilometer 3 Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur, Minggu, 20 November 2022.
Seorang bayi mungil berjenis kelamin perempuan ditemukan warga yang tengah berburu biawak.
Sesosok jenazah bayi yang diduga baru lahir, ditemukan mengapung di Sungai Mentaya, tepatnya di tepian Dermaga Feri Penyebarangan Sampit-Seranau, Sabtu, 18 Juni 2022.